Lebih dari sekadar menari: Komunitas K-Pop sebagai wadah kreativitas

id K-Pop, dance, komunitas

Lebih dari sekadar menari: Komunitas K-Pop sebagai wadah kreativitas

Berbagai komunitas K-pop di Yogyakarta berkumpul dalam acara Showcase Road to KKF 5, menampilkan koreografi dari grup idol K-pop favorit mereka, di Gedung Antrium Rama Selam City Hall pada Minggu, 7 September 2025. ANTARA/Indra Kurniawan

Yogyakarta (ANTARA) - Dentuman musik K-pop memenuhi Gedung Antrium Rama Selam City Hall pada Minggu, 7 September 2025. Puluhan dancer dari berbagai komunitas K-pop di Yogyakarta berkumpul dalam acara Showcase Road to KKF 5, menampilkan koreografi dari grup idol K-pop favorit mereka.

Acara ini diselenggarakan untuk menyambut acara besar tahunan, K-pop Kingdom Festival 5 (KKF 5), yang akan berlangsung di akhir tahun ini. Event ini juga dihadiri oleh juri internasional, menggambarkan besarnya antusiasme terhadap gelombang budaya Hallyu (Korean Wave), yang kini menjadi tren di Indonesia, terutama Yogyakarta.

Para peserta menunjukkan kreativitas, hobi, dan minat mereka dalam dunia K-pop, bukan karena mengabaikan budaya lokal, tetapi sebagai wujud aspirasi dan bentuk kolaborasi antarbudaya.

Queen Rebecca, founder dari Qr Organize dan K-pop Kingdom Festival, yang menginishosiasi acara ini, menyampaikan bahwa acara showcase ini merupakan salah satu rangkaian menuju K-pop Kingdom Festival 5.

“Tujuan acara ini adalah untuk memberikan tempat bagi komunitas dance cover K-pop di Yogyakarta dan sekitarnya untuk menyalurkan hobi mereka. Selain itu, ini juga bagian dari rangkaian acara tahunan kami, K-pop Kingdom Festival, yang tahun lalu berhasil merangkul negara-negara tetangga di Asia,” ungkapnya, Minggu (7/9/2025).

Antusiasme komunitas K-pop di Yogyakarta sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya pendaftar yang ingin tampil.

“Kami berharap festival ini bisa menjadi agenda tahunan dan menarik lebih banyak komunitas dari luar kota," kata Rebecca.

Baca juga: Ekonom: Bansos digital memperkuat transparansi dan ketepatan sasaran

Puluhan grup dari berbagai komunitas K-pop di Yogyakarta memperlihatkan bahwa anak muda saat ini dapat menyalurkan hobi yang bermanfaat melalui dance cover. Artha, salah satu performer, mengatakan,

"Ini adalah wadah bagi kami untuk mengekspresikan passion terhadap K-pop sekaligus bertemu dengan banyak fandom yang memiliki minat yang sama."

Juned, leader grup dance cover Deimos Jogja yang menampilkan lagu Enhypen, mengungkapkan Dance K-pop bukan sekadar hobi, tetapi juga melatih kedisiplinan dan kekompakan tim.

"Kami sering tampil di acara kampus dan mall, jadi acara seperti ini adalah kesempatan untuk mengasah kemampuan perform kami," katanya.

Baca juga: Propam Polri menggelar sidang etik Kompol K soal kasus rantis tabrak ojol

Saat para performer memasuki area panggung, teriakan gemuruh dari penonton memenuhi ruangan. Antusiasme para penggemar K-pop juga terlihat jelas. Puluhan penonton yang hadir mengaku sangat senang dengan adanya acara seperti ini di Yogyakarta.

“Mereka benar-benar luar biasa, menampilkan koreografi yang terlihat profesional, dan memberikan energi yang luar biasa. Kami merasa sangat bahagia," kata Intan Pertiwi (20), mahasiswa yang hadir sebagai penonton.

Gilang Caisar (23), seorang pekerja yang juga penggemar K-pop, mengatakan adanya event-event seperti ini di Jogja membuatnya sangat bahagia dan menjadi hiburan di sela-sela kesibukan pekerjaan.

Event komunitas K-pop ini sering kali diadakan di Yogyakarta, dari skala kecil hingga besar. Selain mengangkat budaya Korea, acara-acara ini juga sering mengkolaborasikan budaya Indonesia, seperti menggunakan batik, pakaian adat, bahkan seringkali mengambil tema hari-hari istimewa Indonesia, seperti tema Merah Putih pada 17 Agustus.

Berbagai komunitas K-pop di Yogyakarta berkumpul dalam acara Showcase Road to KKF 5, menampilkan koreografi dari grup idol K-pop favorit mereka, di Gedung Antrium Rama Selam City Hall pada Minggu, 7 September 2025. ANTARA/Indra Kurniawan

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.