Logo Header Antaranews Jogja

Tren permintaan produk UMKM didominasi sektor kuliner jelang Imlek-Ramadhan

Senin, 16 Februari 2026 19:12 WIB
Image Print
Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menata pernak-pernik saat Bazar Imlek di Kelenteng Eng An Kiong, Malang, Jawa Timur, Senin (16/2/2026). Bazar yang diikuti pelaku usaha kuliner, penjual pernik-pernik Imlek, hingga penyedia jasa kaligrafi Tionghoa tersebut turut melibatkan warga muslim dan non-muslim sebagai upaya membantu peningkatan omzet UMKM lokal sekaligus mempererat kerukunan dan solidaritas antarumat beragama dalam momentum perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Asosiasi Industri Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinny menyampaikan tren permintaan produk UMKM menjelang Imlek, Ramadhan, dan Lebaran tahun ini masih didominasi oleh sektor makanan dan minuman.

“Kalau makanan-minuman itu yang paling besar. Konsumen biasanya langganan, kalau enak pasti balik lagi. Jadi permintaan naik signifikan karena dibeli untuk kebutuhan Imlek sekaligus Ramadhan,” kata Hermawati saat dihubungi dari Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan secara umum tren permintaan terhadap produk UMKM menjelang Ramadhan tahun ini tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya.

Menurut dia, lonjakan permintaan lebih banyak dipicu oleh Imlek, sementara Ramadhan belum menunjukkan dampak signifikan.

“Hotel penuh karena Imlek, bukan karena Ramadhan. Jadi penjualan ramai itu bukan karena Ramadhan, tapi Imlek,” ujarnya.

Sementara itu, Hermawati menambahkan bahwa sektor pakaian belum mengalami peningkatan permintaan yang berarti. Ia menjelaskan, tingginya biaya produksi membuat produk konveksi UMKM sulit bersaing dari sisi harga, sehingga banyak pelaku usaha memilih menjadi reseller produk impor yang dijual lebih murah melalui e-commerce.

Hermawati lebih lanjut mengatakan bahwa tingginya biaya produksi masih menjadi kendala utama bagi UMKM.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha sulit menekan harga sehingga produk mereka cenderung lebih mahal dibandingkan barang yang dijual kiloan di pasar.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, UMKM dituntut berinovasi dan kreatif dalam memasarkan produk.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan marketplace dan media sosial untuk memperluas pasar.

Marketplace itu berdampak besar, apalagi kalau ikut promo. Barang bisa masuk etalase pertama, itu peluang besar untuk UMKM,” ujarnya.

Meski demikian, Hermawati menambahkan bahwa momentum hari besar seperti Imlek, Ramadhan, dan Lebaran tetap menjadi penopang utama perputaran ekonomi UMKM.

“Iya (sangat berpengaruh) karena jika tidak ada hari-hari spesial itu ya permintaannya biasa saja,” ujar dia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Permintaan produk UMKM didominasi sektor kuliner jelang Imlek-Ramadhan



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026