Logo Header Antaranews Jogja

Bantul menggelar Festival Literasi bangun masyarakat cerdas dan kreatif

Rabu, 1 Oktober 2025 18:19 WIB
Image Print
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meninjau stan dalam ajang Festival Literasi di halaman kompleks perkantoran Pemkab Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (1/10/2025). ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Festival Literasi di halaman kompleks perkantoran pemerintah daerah pada 1-3 Oktober 2025, sebagai upaya pemerintah membangun masyarakat cerdas dan kreatif.

"Festival Literasi ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dalam membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, serta berdaya saing," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih pada pembukaan Festival Literasi di Bantul, Rabu.

Festival Literasi yang berlangsung selama tiga hari ke depan tersebut, diramaikan dengan pentas seni dan budaya, sehingga literasi tak hanya tertuang dalam tulisan, tetapi juga hidup dalam ekspresi budaya masyarakat Bantul yang adiluhung.

Oleh karena itu, Bupati Bantul mewakili pemerintah daerah merasa bangga karena Festival Literasi Perpusda Bantul 2025 menghadirkan beragam karya serta inovasi literasi yang menambah pengetahuan bagi masyarakat yang berkunjung.

"Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, melainkan keterampilan hidup yang mampu membuka jendela pengetahuan, mengasah daya pikir kritis, sekaligus memperkuat jati diri bangsa," katanya.

Ia mengatakan bahwa perpustakaan daerah bukan lagi sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku, melainkan pusat kegiatan masyarakat.

"Melalui pendekatan literasi berbasis inklusi sosial, perpustakaan hadir untuk memberdayakan masyarakat, membuka akses informasi, mendukung pendidikan sepanjang hayat, dan mendorong kreativitas generasi muda," katanya.

Ia berharap, Festival Literasi menjadi ruang kolaborasi bagi penerbit, penulis, pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama menumbuhkan budaya baca dan budaya berkarya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul Sukrisna Dwi Santosa mengatakan Festival Literasi 2025 diikuti 45 stan terdiri dari sekolah, kelurahan dan pondok pesantren, TBM (Taman Baca Masyarakat), produk UMKM, kuliner hingga alat permainan edukatif. Selain itu, ada bazar buku dari 20 penerbit.

Ia mengatakan Festival Literasi digelar untuk meningkatkan budaya literasi di masyarakat serta memberikan ruang aspirasi terhadap kreativitas karya-karya literasi masyarakat.

"Kegiatan itu juga bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber bacaan, memperkenalkan inovasi literasi, serta mengintegrasikan literasi dengan seni dan budaya lokal," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026