Yogyakarta (ANTARA) - Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menggelar pameran tahunan JMMK #17 dengan tajuk “ResonARTion: Resonance of Art & Collaboration” yang berlangsung pada 27 Oktober – 3 November 2025.
Kurator internal FSMR Lucia Ratnaningdyah Setyowati menjelaskan bahwa tema ResonARTion menggarisbawahi hubungan timbal balik antara seni dan ekosistem sosialnya.
“Pameran ini berupaya mengumandangkan rekaman kolaborasi. Bagaimana seni menangkap dan merespon ekosistemnya, menjadi rekaman reflektif bagi kehidupan. Ekosistem memberi daya hidup pada seni, dan keduanya saling menggetarkan untuk menjadi semakin ada; eksis, bertahan, sekaligus bermakna,” ujarnya.
Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-31 FSMR ISI Yogyakarta, yang menghadirkan berbagai karya seni media rekam seperti fotografi, film, televisi, video art, animasi, dan game.
Acara pembukaan digelar pada Senin (27/10) di Audio Visual Room FSMR ISI Yogyakarta, lantai 3, dan dibuka secara resmi oleh Rektor ISI Yogyakarta Dr. Irwandi, M.Sn.. Sementara itu, pameran berlangsung di FAP Exhibition Center, Pandeng Gallery, dengan pemutaran film di ruang audio visual.
Program JMMK atau Jalan Menuju Media Kreatif merupakan agenda tahunan yang mulai diselenggarakan sejak tahun 2008 yang memamerkan dan menayangkan karya seni media rekam seperti fotografi, film dokumenter, film fiksi, animasi, video-art, program televisi dan gim yang dihasilkan sivitas akademika FSMR ISI Yogyakarta. Dalam perjalanannya, JMMK tidak hanya menjadi wadah internal sivitas akademika FSMR, tetapi juga membuka kolaborasi lintas kampus dan negara, memperluas jejaring kreatif yang semakin dinamis.
Dari perspektif internasional, kurator asal Australia Dura Jovicic menilai JMMK #17 menunjukkan kekayaan perspektif kreator yang berpartisipasi.
“Ada keberagaman yang sangat terasa, namun dalam keberagaman itu terdapat sinergi. Dengan partisipasi dari berbagai negara, kita dapat melihat bagaimana seniman memandang dan menafsirkan dunia di sekeliling mereka. Ini membuka ruang pandang baru bagi kita,” katanya.
Rektor ISI Yogyakarta Irwandi berharap penyelenggaraan JMMK tetap menjadi penanda kekuatan akademik dan jaringan global kampus.
“Semoga pameran ini memberi dampak baik dan semakin menginternasionalkan ISI Yogyakarta,” ujarnya.
