Gunungkidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pencanangan Imunisasi Heksavalen sebagai langkah strategis memperkuat kesehatan anak melalui peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap bagi bayi.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono pada pencanangan vaksin heksavalen di Gunungkidul, Selasa, mengatakan vaksin Heksavalen merupakan kombinasi enam antigen dalam satu suntikan.
"Penggunaan vaksin kombinasi ini sangat penting untuk meningkatkan efisiensi layanan imunisasi sekaligus mengurangi kesenjangan cakupan vaksin IPV. Target nasionalnya adalah cakupan imunisasi bayi lengkap minimal 95 persen pada tahun 2029," katanya.
Melalui inovasi ini, kata dia, diharapkan dapat mengurangi jumlah suntikan, menyederhanakan jadwal imunisasi, serta meningkatkan keterjangkauan dan penerimaan masyarakat terhadap program imunisasi.
Dia mengatakan, kegiatan ini mengacu pada Keputusan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/3647/2025 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Imunisasi Diphteria, Pertussis, Tetanus, Hepatitis B, Haemophilus Influenzae Type B, dan Inactivated Poliomyelitis.
Berdasarkan hasil survei UNICEF-Nielsen tahun 2023 menunjukkan bahwa 38 persen penolakan imunisasi terjadi karena kekhawatiran terhadap penyuntikan ganda.
Selain itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat sejumlah kendala seperti kurangnya informasi, akses layanan kesehatan yang terbatas, serta faktor waktu dan biaya. Kehadiran vaksin Heksavalen diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut.
Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan, komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan imunisasi.
"Imunisasi adalah intervensi kesehatan yang paling efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian anak. Pemkab berkomitmen memperkuat logistik vaksin, melakukan edukasi publik, serta menjalin kolaborasi lintas sektor," katanya.
Dengan pencanangan ini, Pemkab Gunungkidul berharap partisipasi masyarakat dalam imunisasi terus meningkat, sehingga tercipta generasi yang lebih sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.
"Kami imbau jangan mudah terpengaruh hoaks atau misinformasi mengenai imunisasi. Jika ragu, silakan bertanya kepada tenaga kesehatan. Masa depan Gunungkidul ada di tangan anak-anak kita," katanya.
