Milad Ke-107, Mu'allimin harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman

id muallimin,milad,perubahan zaman

Milad Ke-107, Mu'allimin harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman

Milad Ke-107 Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta di Sportorium UMY, Minggu (7/12/2025). (ANTARA/HO-MMMY)

Yogyakarta (ANTARA) - Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta harus mampu beradaptasi dan bersikap antisipatif terhadap perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat. Hal itu disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat menghadiri Milad Ke-107 Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta di Sportorium UMY, Minggu (7/12).

Dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar, Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayinah, Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Direktur Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta Mhd Lailan Arqam, dan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta Khoirudin Bashori.

Pada kesempatan tersebut Menteri Kehutanan menyampaikan, saat ini masuk dalam era post-truth. "Masa ketika kebenaran ilmiah yang dibangun puluhan hingga ratusan tahun oleh institusi pendidikan tergerus oleh opini singkat dan informasi yang tersebar cepat di media sosial," tandasnya.

Dalam konteks itu, Antoni memberi pesan khusus kepada para santri Mu'alimin agar tetap memegang peran penting sebagai kelompok yang tafaqquh fiddin. "Yakni mendalami agama secara serius dan mendalam," katanya.

Bagi Raja Juli Antoni, semangat pendidikan progresif harus terus hidup sebagaimana yang diwariskan KH Ahmad Dahlan lebih dari satu abad lalu. "Mu'alimin memiliki modal sejarah yang kuat untuk terus melahirkan kader bangsa yang berilmu, berakhlak dan adaptif terhadap perubahan," ungkapnya.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar menyampaikan tahniah atas Milad Ke-107 Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. "Usia 107 tahun sudah sangat matang dalam penyelenggaraan pendidikan bagi madrasah yang lahir sejak tahun 1918 dan didirikan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan di Yogyakarta ini," kata Syamsul.

Menurutnya, dalam proses penyelenggaraan pendidikan selama 107 tahun Mu'allimin sudah kenyang dengan berbagai pengalaman, bisa melihat jalannya sejarahnya yang panjang. "Sehingga bisa dilihat kemajuan yang telah dicapai dan kekurangan yang belum tercapai serta disempurnakan di masa yang akan datang," kata Syamsul.

Dalam acara silaturahmi alumni dilaunching buku Filsafat Pendidikan Mu'allimin dan launching Sistem Informasi Tracer Alumni.

Sejak didirikan pada tahun 1918, Mu'allimin telah menjadi pelopor pendidikan modern Islam di Indonesia dan lahir ribuan kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat akidahnya, luhur akhlaknya dan tangguh perjuangannya.

Direktur Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta Mhd Lailan Arqam menyampaikan Mu'allimin pernah melahirkan para mujahid pendidikan, ulama, cendekiawan, pejabat negara hingga pejuang kemerdekaan yang mengukir nama harum bagi bangsa dan agama.

Menurutnya, Mu'allimin bukan sekadar sekolah, melainkan tempat mencetak kader umat dan bangsa yang terus hidup dan relevan hingga kini.

Lailan mengingatkan, saat ini tengah berada di era yang berubah dengan kecepatan luar biasa. "Hal itu ditandai dengan munculnya Revolusi industri 4.0 yang bertransformasi menjadi Society 5.0, kecerdasan buatan, big data dan disrupsi teknologi menjadi realitas sehari-hari," kata Lailan.

Bagi Lailan, generasi Z dan Alpha yang dididik saat ini tumbuh bersama gawai di tangan mereka, informasi mengalir deras tanpa filter dan nilai-nilai Barat sering kali lebih mudah mereka terima daripada nilai-nilai luhur yang diwariskan.

"Inilah tantangan besar yang tengah hadapi. Karena itu, Mu'allimin harus tetap menjadi benteng akhlak sekaligus mercusuar ilmu pengetahuan di tengah badai perubahan zaman," ungkap Lailan.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.