Indonesia-Kuwait perkuat kerja sama bidang sains dan teknologi

id kemdiktisaintek,mendiktisaintek,kerja sama internasional,kolaborasi riset,kuwait

Indonesia-Kuwait perkuat kerja sama bidang sains dan teknologi

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto (kanan) menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin (kiri) di Jakarta, Selasa (30/12/2025). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kerja sama bidang sains dan teknologi dengan Pemerintah Kuwait.

Hal tersebut mengemuka kala Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin di Jakarta, Selasa.

"Peningkatan kerja sama dengan Indonesia adalah prioritas utama," kata Dubes Kuwait Khalid Jassim Al-Yassin melalui keterangan resmi.

Dubes Khalid menyebutkan nota kesepahaman di bidang pendidikan yang sempat ditandatangani 2019 lalu terhambat akibat pandemi COVID-19.

Maka dari itu, melalui pertemuan ini kedua pihak sepakat untuk mengaktifkan kembali poin-poin kerja sama tersebut sebelum masa berlakunya berakhir.

Selain kerja sama antarkampus, Dubes Khalid mendorong kolaborasi dengan Kuwait Institute for Scientific Research (KISR) yang merupakan lembaga riset Pemerintah Kuwait yang berfokus pada isu desalinasi air, energi terbarukan, pertanian di lahan kering, dan biodiversitas.

Dubes Khalid juga menyampaikan bahwa pihaknya berharap dapat bekerja sama dalam penyediaan tenaga kerja terampil dari Indonesia, termasuk profesor, peneliti, dan dokter.

Mendiktisaintek merespons positif hal tersebut dan mengusulkan adanya MoU khusus antara Kemendiktisaintek dengan KISR.

"Lebih dari 90 persen peneliti dan profesor kami berada di lingkungan universitas. Oleh karena itu, kolaborasi langsung antara Kemendiktisaintek dengan KISR akan jauh lebih efektif dalam menggerakkan inovasi," ujar Mendiktisaintek.

Menteri Brian juga menekankan pentingnya implementasi nyata dari nota kesepahaman yang telah ada. Menteri Brian menawarkan kolaborasi strategis di bidang energi, petrokimia, kesehatan, teknologi lingkungan, hingga hilirisasi mineral.

"Kami ingin memastikan kolaborasi riset ini memberikan dampak langsung bagi pembangunan kedua negara. Kami juga siap mengirimkan mahasiswa pascasarjana kami ke universitas di Kuwait," tutur Brian Yuliarto.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indonesia-Kuwait perkuat kerja sama bidang sains dan teknologi

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.