Venezuela minta rapat darurat DK PBB digelar seusai serangan AS

id Venezuela,Amerika Serikat,serangan militer,DK PBB,rapat darurat,agresi kriminal

Venezuela minta rapat darurat DK PBB digelar seusai serangan AS

Asap mengepul dari ledakan di dekat Benteng Tiuna, zona militer saat pemadaman listrik total karena meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Amerika Serikat dan Venezuela di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). ANTARA FOTO/REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria/agr

Istanbul (ANTARA) - Venezuela, Sabtu (3/1) meminta rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) digelar, menyusul serangan Amerika Serikat (AS) terhadap negara tersebut, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil.

“Sebagai respons atas agresi kriminal yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap bangsa kami, kami telah meminta rapat darurat Dewan Keamanan PBB, badan yang bertanggung jawab menegakkan hukum internasional,” kata Gil melalui Telegram.

Ia menegaskan bahwa tidak ada serangan pengecut yang akan mampu mengalahkan kekuatan rakyat Venezuela. Menurutnya, rakyat akan tetap bertahan dan keluar sebagai pemenang.

Baca juga: Pakar PBB kecam blokade maritim AS terhadap Venezuela

Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat menyerang fasilitas sipil dan militer di sejumlah negara bagian, serta menetapkan status darurat nasional.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi adanya serangan dalam skala besar melalui platform media sosial Truth Social.

Dalam pernyataannya, Trump mengeklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Venezuela minta rapat darurat DK PBB digelar seusai serangan AS

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.