Swasembada pangan pun ditetapkan sebagai salah satu pilar utama Asta Cita Pemerintah, sejajar dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan energi berbasis biofuel, serta hilirisasi industri.
Strategi akselerasi
Presiden Prabowo secara resmi menetapkan peningkatan signifikan pada anggaran ketahanan pangan untuk mendukung percepatan swasembada nasional.
Pada tahun anggaran 2025, total alokasi yang dikucurkan mencapai Rp139,4 triliun, dengan realisasi akhir tahun yang terserap optimal guna memperkuat produksi padi, jagung, hingga penyaluran pupuk bersubsidi secara merata.
Memasuki 2026, terjadi lonjakan anggaran menjadi Rp210,4 triliun, atau naik sekitar 45,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pagu anggaran ini difokuskan pada penguatan sektor produksi pertanian sebesar Rp114,1 triliun serta program stabilisasi harga pangan di tingkat konsumen agar tetap terjangkau oleh masyarakat luas.
Komitmen tersebut diterapkan ke dalam langkah-langkah konkret, mulai dari pembenahan jaringan irigasi, intensifikasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui modernisasi alat, hingga peningkatan frekuensi penanaman.
Baca juga: Pemerintah siap salurkan SPHP jagung 500 ribu ton pada 2026
Di sisi lain, upaya ekstensifikasi juga terus digencarkan melalui program cetak sawah baru di Merauke, Kalimantan, hingga Sumatera Selatan yang kini berkontribusi pada capaian swasembada pangan tahun ini.
Di tingkat petani, perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi menjadi salah satu terobosan penting. Aturan penyaluran disederhanakan, jumlah pupuk dilipatgandakan, dan harga diturunkan hingga 20 persen, sehingga pupuk kini tiba lebih cepat dan tepat sasaran.
Pemerintah juga menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dari Rp5.500 menjadi Rp6.500 per kilogram tanpa syarat, tertinggi sepanjang sejarah. Kebijakan ini menutup ruang bagi tengkulak untuk menekan harga.
BPS mengumumkan, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 berada di level 125,35, ini menjadikan indeks bulanan paling tinggi, paling tidak sejak 2019 sampai 2024 yang berada di kisaran 100,90 sampai 119,62.
Lumbung pangan dunia
Cadangan beras pemerintah di Perum Bulog yang kini menyentuh angka 4 juta ton, merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Cadangan yang kuat ini memungkinkan pemerintah menjaga stabilitas harga pasar sekaligus menutup ruang gerak mafia pangan.
Pada saat yang sama, sektor pertanian menunjukkan kinerja ekonomi impresif. Hingga Agustus 2025, ekspor pertanian mencapai Rp507,78 triliun atau melonjak lebih dari 42 persen.
Pada kuartal I 2025, sektor pertanian tumbuh 10,52 persen dan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Presiden: Kejaksaan akan kembali sita 4-5 juta hektare lahan sawit
