Baca juga: Pengamat: Pemerintah perlu memperjelas makna swasembada pangan
Baca juga: Prabowo: Para petani berperan fundamental bagi kemerdekaan bangsa Indonesia
Indonesia kini tidak hanya berdaulat pangan di dalam negeri, tetapi juga mulai berbagi dengan dunia. Sebanyak 10.000 ton beras dikirimkan ke Palestina sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
“Tahun ini Indonesia mencatat produksi beras tertinggi dan harga gabah tertinggi dalam sejarah kami. Kami sekarang swasembada beras dan mulai ekspor ke negara lain, termasuk menyediakan beras untuk Palestina,” kata Presiden Prabowo dalam Sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Langkah besar berikutnya adalah hilirisasi pertanian. Bahan mentah kini didorong untuk diolah di dalam negeri, berpotensi membuka lapangan kerja bagi sekitar 8,6 juta tenaga kerja.
Industri peternakan dan perkebunan juga diarahkan berkembang merata ke luar Pulau Jawa agar seluruh pulau besar Indonesia mandiri pangan dan mandiri protein. Investasi diperluas dan kemitraan diperkuat agar sektor ini tidak lagi terkonsentrasi pada segelintir perusahaan.
Dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, wajah pertanian Indonesia berubah signifikan.
Pertanian nasional kini tidak hanya berdampak bagi kesejahteraan rakyat Indonesia, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan dunia.
Baca juga: Mentan menjaga ketahanan pangan RI lewat modernisasi pertanian
Baca juga: Seskab sebut Presiden mewujudkan swasembada pangan dalam setahun
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indonesia menuju lumbung pangan dunia
