Ekonom ungkap dua peluang arah IHSG selama 2026

id Indeks Harga Saham Gabungan,Bursa Efek Indonesia,Indonesia Stock Exchange,IDX,BEI,IHSG,Saham,Stock,Market,Bursa,Investas

Ekonom ungkap dua peluang arah IHSG selama 2026

Ekonom Keuangan dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee dalam acara “Edukasi Wartawan terkait Arah IHSG di Tengah Tensi Geopolitik dan Potensi Bubble AI” di Jakarta, Jumat (23/01/2026). ANTARA/ Muhammad Heriyanto

Jakarta (ANTARA) - Ekonom dan praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami volatilitas yang tinggi sepanjang tahun 2026.

Ia menjelaskan terdapat dua potensi arah pergerakan IHSG sepanjang tahun ini, yaitu penguatan menembus level 10.000 atau berbalik melemah turun ke level 7.500.

“Fluktuasi pasar saham akan sangat tinggi di 2026. Arah IHSG itu menuju 10.000, biarpun dengan bear case itu ke 7.500 dalam 12 bulan ke depan. Tapi arahnya naik dengan volatilitas yang sangat tinggi,” ujar Hans Kwee dalam acara “Edukasi Wartawan terkait Arah IHSG di Tengah Tensi Geopolitik dan Potensi Bubble AI” di Jakarta, Jumat.

Sentimen jangka pendek, Ia menjelaskan keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan sangat menentukan sikap pelaku pasar terhadap pasar saham Indonesia ke depan, utamanya investor asing.

Saat ini, MSCI dalam tahap kajian untuk mengubah metodologi perhitungan free float saham emiten-emiten di Indonesia, yang akan diumumkan sebelum 30 Januari 2026, dan apabila diberlakukan, akan mulai saat review indeks MSCI pada Mei 2026.

Baca juga: Menanti RDG BI, IHSG diproyeksikan lanjut menguat

Baca juga: IHSG dibuka naik ikuti penguatan bursa kawasan Asia

“Yang kita cermati dalam jangka pendek adalah rencana perubahan perhitungan free float oleh MSCI terhadap pasar saham khusus Indonesia, di mana salah satunya adalah menghilangkan PT (Perseroan Terbatas) dalam perhitungan free float,” ujar Hans Kwee.

Hans Kwee menilai rencana MSCI tersebut kurang tepat, karena Perseroan Terbatas (PT) selaku investor harusnya tetap masuk dalam kategori investor publik, karena bukan pengendali dari perusahaan yang mereka investasi.

Namun demikian, pihaknya meyakini bahwa MSCI tidak akan memberlakukan rencana perubahan metodologi perhitungan free float tersebut ke pasar saham Indonesia.

“Tapi, kami perkirakan MSCI tidak akan melakukan perubahan mekanisme perhitungan free flow Indonesia pada pengumuman dia di akhir Januari,” ujar Hans Kwee.

Sentimen jangka panjang, Hans Kwee menjelaskan bahwa volatilitas IHSG masih akan dipengaruhi oleh tensi geopolitik di tingkat global, utamanya terkait dengan keputusan-keputusan yang akan diambil oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Selain itu, juga akan dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga global, serta kekhawatiran terhadap potensi bubble Artificial Intelligence (AI), yang menurutnya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Baca juga: Menkeu Purbaya yakin IHSG terus melanjutkan tren penguatan di 2026

Baca juga: IHSG ditutup menguat seiring ekspektasi pemangkasan The Fed di 2026

Dari dalam negeri, Ia menyebut kebijakan fiskal domestik akan sangat diperhatikan oleh pelaku pasar, yang mana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 telah menyentuh defisit 2,92 persen PDB atau mendekat batas yang ditetapkan Undang-Undang (UU) sebesar 3 persen.

Di tengah potensi volatilitas IHSG sepanjang tahun 2026, Ia masih melihat adanya sektor-sektor potensial yang layak untuk dicermati pelaku pasar, diantaranya sektor konsumer hingga komoditas emas.

“Rekomendasi kami, kami masih melihat saham big cap menarik, sektor konsumer bagus, energi dan batu bara akan cenderung bagus, dan kemudian komoditas emas dan mining yang terkait nikel, timah, dan lain-lain itu cenderung bagus di tahun 2026,” ujar Hans Kwee.

Data penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (23/01) sore, IHSG ditutup melemah 41,16 poin atau 0,46 persen ke posisi 8.951,00.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,51 poin atau 0,17 persen ke posisi 873,59.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.319.645 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 64,15 miliar lembar saham senilai Rp32,04 triliun. Sebanyak 191 saham naik, 495 saham menurun, dan 118 tidak bergerak nilainya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ekonom ungkap dua peluang arah IHSG selama 2026

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.