Logo Header Antaranews Jogja

JKN jadi andalan Dian Pujiati saat anggota keluarga sakit

Sabtu, 31 Januari 2026 16:59 WIB
Image Print
Dian Pujiati ( 25) menunjukkan JKN Mobile. ANTARA/Nur Istibsaroh

Yogyakarta (ANTARA) - Dian Pujiati ( 25) tampak duduk seorang diri di tepi tempat tidur sebuah rumah sakit, memandangi wajah anaknya yang saat itu tertidur pulas. Sudah dua hari ia berjaga mendampingi putri kecilnya, Dewi Andira Falisa, yang baru genap berusia satu tahun.

Balita mungil itu terpaksa harus menjalani perawatan intensif setelah kondisi fisiknya menurun akibat dehidrasi ringan yang dipicu oleh batuk dan muntah terus-menerus.

"Kemarin itu lemas banget, badannya sampai ‘ngelentruk’, makanya langsung saya bawa ke Puskesmas. Lalu dirujuk ke sini," ujar Dian mengawali ceritanya.
Warga Sleman ini menceritakan dirinya khawatir saat anaknya tidak hanya muntah, tetapi juga sulit menerima asupan makanan maupun meminum susu, disertai demam tinggi, sehingga tidurnya pun tak nyenyak.

Ia mengaku beruntung dirinya tercatat sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Naional (JKN), sehingga ia tidak perlu memikirkan kerumitan biaya di saat pikirannya sudah penuh dengan kondisi kesehatan sang anak.

Dian menceritakan begitu berartinya Program JKN bagi dirinya dan keluarganya, karena tidak sekadar program pemerintah, melainkan menjadi tempat bergantung dan bisa diandalkan. Apalagi suaminya bekerja mencari nafkah di luar kota.

Baca juga: Pemkab Sleman terus berkomitmen memberikan pelayanan jaminan kesehatan

"Sangat membantu, apalagi seperti saya. Kalau ada yang sakit mendadak begini, kalau harus membayar umum kan harus cari-cari (uang) dulu. Alhamdulillah ada Program JKN, jadi gratis. Ini menolong sekali," tuturnya.

Dian menceritakan dirinya telah berulang kali merasakan manfaat sebagai peserta Program JKN. Sejak kelahiran anak pertama hingga anak kedua, seluruh proses persalinan ia lalui dengan memanfaatkan fasilitas JKN.

Untuk urusan perencanaan keluarga pun, Dian mengaku sempat menjalani program KB suntik secara rutin tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun, berkat Program JKN.

“Setiap kali menjalani suntik KB, saya tidak dipungut biaya sama sekali. Semua layanan tersebut gratis karena menggunakan kartu BPJS Kesehatan,” tambahnya.

Baca juga: Miftah tenang dengan Program JKN yang diberikan Pemda Sleman

Program JKN bagi keluarga Dian juga menjadi tumpuan bagi orang tuanya yang memiliki penyakit kronis, sang ibu mengidap diabetes melitus dan rutin melakukan kontrol bulanan serta tergabung dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Sedangkan, ayahnya menderita diabetes.

Ia menceritakan ayahnya pernah menjalani operasi besar di rumah sakit yang sama, yang jika dibayar secara mandiri, bisa menghabiskan biaya yang sangat besar.

"Dulu Bapak operasi di sini juga gratis. Kalau biaya mandiri kan pasti mahal sekali. Dengan JKN, seluruh biaya yang termasuk indikasi medis ditanggung," tutup Dian penuh rasa syukur.

Baca juga: BPJS Kesehatan memperkuat roadmap "anti-fraud" melalui "clinical pathway"



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026