Cebu, Filipina (ANTARA) - Para menteri luar negeri negara-negara ASEAN mengisyaratkan keterbukaan mereka untuk mengadopsi sebuah kesepakatan bersama yang akan memfasilitasi kerja sama maritim serta antara pasukan penjaga pantai di Asia Tenggara.
Sebagai pemegang keketuaan ASEAN tahun ini, Filipina mengusulkan pengesahan Deklarasi ASEAN tentang Kerja Sama Maritim pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang dijadwalkan Mei mendatang.
Dalam pernyataan pers yang disampaikan setelah pertemuan ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) Retreat di Cebu, FIlipina, pada Kamis (29/1), disampaikan bahwa para menteri luar negeri menyambut langkah tersebut.
"Kami menyambut usulan Filipina untuk mengadopsi Deklarasi ASEAN tentang Kerja Sama Maritim dalam KTT ke-48 ASEAN, yang akan mengidentifikasi inisiatif kerja sama maritim secara spesifik," menurut pernyataan itu.
Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri Filipina untuk urusan ASEAN, Dax Imperial, melalui pernyataan tertulisnya menyampaikan bahwa Manila mengharapkan tercapainya "sebuah konsensus dalam rangka kerja sama antara pasukan penjaga pantai dan pendirian pusat maritim ASEAN".
Meski tak membeberkan lebih lanjut, Dax Imperial memastikan bahwa inisiatif-inisiatif yang akan masuk dalam deklarasi tersebut masih harus dirundingkan bersama oleh negara-negara anggota ASEAN.
Di samping mendorong kerja sama konkret dalam aspek kemaritiman, Filipina, sebagai pemegang keketuan ASEAN tahun 2026, juga akan mengupayakan percepatan penyelesaian Code of Conduct (CoC) untuk Laut China Selatan antara ASEAN dan China.
Usulan Deklarasi ASEAN tentang Kerja Sama Maritim tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran Filipina dan negara-negara anggota ASEAN lainnya atas ketegangan yang terjadi di Laut China Selatan.
Sumber: PNA-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ASEAN sambut usulan kesepakatan baru soal kerja sama maritim
