Filosofi kantor yang menyenangkan ala perusahaan teknologi India

id zoho corporation ,manageengine,filosofi kerja,kecerdasan buatan

Filosofi kantor yang menyenangkan ala perusahaan teknologi India

Kantor Zoho and ManageEngine Campus yang ada di Chennai, India. (ANTARA/Zoho Corp)

Jakarta (ANTARA) - Bagi sebagian orang, kantor adalah rutinitas yang melelahkan. Namun bagi sebagian perusahaan, kantor justru dipandang sebagai ruang hidup, tempat manusia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja, berinteraksi, dan berpikir.

Di tengah perubahan cara kerja dan meningkatnya perhatian pada kesejahteraan karyawan, makna kantor kembali dipertanyakan: apakah ia sekadar ruang produktivitas atau seharusnya menjadi tempat yang lebih manusiawi?

Pandangan tersebut tercermin dari filosofi yang dijalankan sebuah perusahaan teknologi asal India yang menempatkan manusia sebagai pusat dari cara kerjanya. Perusahaan ini dikenal mengembangkan perangkat lunak bisnis yang digunakan oleh jutaan pelanggan di berbagai negara dan tumbuh secara mandiri tanpa bergantung pada pendanaan eksternal. Dengan sekitar 18.000 karyawan di berbagai belahan dunia, pendekatan jangka panjang menjadi fondasi dalam cara perusahaan tersebut bertumbuh. Itu yang dijalani Zoho Corporation.

Cara pandang itu tergambar dari penjelasan Shailesh Kumar Davey, CEO dan Co-Founder Zoho Corporation, saat berbicara kepada ANTARA di Chennai, India (21/1). Ia menilai kantor bukan sekadar lokasi bekerja, tetapi ruang tempat sebagian besar kehidupan profesional berlangsung.

“Salah satu faktanya adalah sebagian besar dari kita menghabiskan 80 persen waktu terjaga di kantor. Karena itu, kami percaya kantor harus menjadi tempat yang baik, tempat Anda merasa ingin datang, bekerja bersama rekan, berbicara dengan mereka, bertukar ide, dan dalam beberapa hal merasa segar kembali.”

Kantor sebagai ruang hidup

Keyakinan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam cara perusahaan merancang lingkungan kerjanya. Alih-alih membangun kantor di tengah kepadatan kota, lokasi dipilih agak jauh dari pusat urban. Ruang yang lebih luas memberi kebebasan untuk menciptakan lingkungan kerja yang terbuka, tenang, dan lebih manusiawi.

Gedung-gedung dengan langit-langit tinggi, jalur pejalan kaki, serta area yang menghadirkan ketenangan bukan sekadar elemen desain. Semuanya dimaksudkan agar karyawan tidak merasa terjebak dalam rutinitas kerja yang melelahkan, sekaligus memiliki ruang untuk berinteraksi dan beristirahat secara mental.

Menurut Shailesh, pendekatan ini bukanlah keputusan jangka pendek. Selama lebih dari satu dekade, lingkungan kerja dibangun secara konsisten sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan.

Filosofi tersebut juga tercermin dari keputusan menyediakan berbagai kebutuhan dasar langsung di lingkungan kerja. Dari sarapan hingga makan malam, bahkan makanan bagi karyawan yang bekerja larut malam, semuanya disiapkan perusahaan.

“Kami selalu memiliki pendekatan menyediakan makanan gratis, sarapan, makan siang, makan malam, bahkan hingga larut malam untuk karyawan shift malam,” kata Shailesh.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.