Menteri Arifah menyerukan penguatan pencegahan kekerasan di kalangan anak

id pelajar bandung,pelajar tewas,menteri pppa,kementerian pppa,bentrokan pelajar,pencegahan kekerasan anak,perlindungan ana

Menteri Arifah menyerukan penguatan pencegahan kekerasan di kalangan anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Arifah Fauzi memberikan edukasi terkait pembatasan media sosial (medsos) anak saat meninjau fasilitas pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (16/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan pentingnya penguatan upaya pencegahan kekerasan di kalangan anak dan remaja melalui edukasi, pengawasan lingkungan, serta keterlibatan berbagai pihak.

"Lingkungan yang minim pengawasan serta pembiaran terhadap perilaku berisiko dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap konflik dan kekerasan. Karena itu penguatan edukasi pencegahan kekerasan, deteksi dini perilaku berisiko, serta pengawasan lingkungan sosial anak menjadi sangat penting," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Selasa.

Hal itu dikatakannya menanggapi kasus meninggalnya seorang pelajar dalam peristiwa bentrokan antar-pelajar di Kota Bandung, Jawa Barat.

Karena diduga penyebab kematian korban akibat penganiayaan, kata dia, perbuatan tersebut berpotensi melanggar Pasal 76C jo. Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Selain itu, lanjut dia, apabila kekerasan dilakukan secara bersama-sama di muka umum dan mengakibatkan korban meninggal dunia, maka dapat dikenakan ketentuan Pasal 262 ayat (4) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.

Apabila dalam proses hukum diketahui bahwa terduga pelaku masih berstatus anak, maka penanganan perkara wajib mempedomani Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak serta pendekatan keadilan restoratif.

Sebelumnya, FA (17), pelajar kelas XI meninggal dunia di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/3) malam. Korban diduga terlibat bentrokan dengan sekelompok pelajar setelah kegiatan buka puasa bersama.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri Arifah respons siswa Bandung yang tewas pada bentrokan pelajar

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.