
Pelatih Persijap Jepara sesalkan keputusan wasit anulir gol Carlos Franca

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pelatih Persijap Jepara Divaldo Alves menyayangkan kinerja wasit Aidil Azmi yang memimpin pertandingan melawan Arema FC dalam laga lanjutan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin, lantaran menganulir gol Carlos Franca.
"Itu gol tadi tidak offside, saya tidak bisa berkomentar lagi. Dia (wasit) memberikan gol tapi tiba-tiba tidak gol, saya tidak paham lagi," kata Divaldo.
Gol Franca pada menit ke-58 dianulir lantaran pemain terakhir yang memberikan umpan, yaitu Iker Guarrotxena dinilai telah terlebih dulu berada di posisi offside.
Alhasil, Persijap yang sejak menit ke-36 tertinggal 1-0 tak mampu menyamakan kedudukan. Kemenangan tipis Arema pun bertahan sampai pertandingan usai.
Selain offside, Divaldo menyatakan saat timnya berusaha membangun serangan, beberapa kali wasit meniupkan peluit untuk menghentikan jalannya laga dan menganggap para pemainnya melakukan pelanggaran terhadap pemain Arema FC.
Dia beranggapan pertandingan tersebut paling tidak seharusnya bisa berkesudahan dengan skor imbang 0-0 maupun 1-1, sehingga timnya mampu membawa pulang satu poin.
"Kalau dari tim, baik Arema FC maupun Persijap Jepara bermain sangat sportif dan sama-sama mampu tampil bagus," ucap dia.
Sementara itu, Pemain Persijap Jepara Wahyudi Hamisi mengatakan kekalahan dari Arema FC tetap dijadikan pelajaran dan bahan evaluasi untuk mempersiapkan laga kandang melawan Madura United.
Pasalnya, hasil minor yang didapatkan dalam lawatan ke Malang semakin mempersulit langkah Persijap lepas dari zona degradasi.
Sementara ini posisi tim berjuluk Laskar Kalinyamat sekarang turun satu peringkat ke urutan 17 klasemen BRI Super League musim 2025/2026. Persijap Jepara baru mengumpulkan total 12 poin dari hasil tiga kali menang, tiga hasil imbang, dan telah menelan sebanyak 12 kali kekalahan.
"Kami harus belajar lagi dari ini untuk pertandingan berikutnya dan mempersiapkan tim menghadapi Madura United," kata Wahyudi.
Pewarta : Ananto Pradana
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
