Logo Header Antaranews Jogja

Wamendukbangga: Relasi sehat orang tua-anak kunci pengasuhan berkualitas

Jumat, 6 Februari 2026 16:56 WIB
Image Print
Tangkapan layar-Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (bawah, kanan) dalam kegiatan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) secara daring di Jakarta pada Jumat (6/2/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan kunci pengasuhan yang berkualitas terletak pada relasi yang sehat antara orang tua dan anak.

Komunikasi yang hangat dan penuh empati sejak dini menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai risiko sekaligus fondasi pengembangan kecerdasannya.

"Pengasuhan tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan fisik. Kesiapan emosional orang tua dalam mendampingi anak sejak awal kehidupan berperan besar dalam mengoptimalkan kecerdasan anak," ujar Isyana saat memberikan arahan secara virtual dalam kegiatan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di Jakarta pada Jumat.

Ia menekankan pentingnya membangun ruang aman bagi anak, menumbuhkan rasa percaya, serta memahami tahapan tumbuh kembang sebagai bagian dari pengasuhan yang sadar dan bertanggung jawab.

Isyana menegaskan, pengasuhan dengan hati adalah inti dari pembangunan sumber daya manusia sejak dini. Orang tua didorong untuk membangun komunikasi dari hati ke hati, menciptakan ruang aman agar anak berani bercerita, serta tidak ragu mencari bantuan profesional.

"Berkonsultasi dengan Tim Pendamping Keluarga, tenaga kesehatan, dokter, atau para ahli adalah bagian dari tanggung jawab dan wujud kasih sayang orang tua. Deteksi dan intervensi dini adalah investasi nyata bagi masa depan anak," tuturnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak Fitri Harjanto menjelaskan bahwa kecerdasan merupakan bagian dari kemampuan kognitif, meliputi working memory, cognitive flexibility, dan inhibitory control. Ketiga aspek ini berkembang bertahap sejak dini dan sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan serta kualitas interaksi anak dengan lingkungan terdekat.

Menurutnya, dukungan lingkungan bahkan telah berperan sejak masa kehamilan, terutama melalui kedekatan emosional orang tua.

"Interaksi sederhana seperti mengusap perut ibu, berbicara dengan penuh kasih, dan menciptakan rasa aman dapat memicu hormon endorfin yang mendukung perkembangan otak anak sejak dalam kandungan," ujar Fitri.

Setelah anak lahir, lanjut dia, lingkungan yang hangat dan responsif tetap menjadi kunci. Untuk mencapai kecerdasan anak yang optimal, Fitri menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar secara seimbang melalui prinsip asih, asuh, dan asah. Asuh mencakup pemenuhan kebutuhan bio-psikososial seperti nutrisi, imunisasi, dan lingkungan yang aman.

Sedangkan asih diwujudkan melalui kasih sayang serta interaksi positif, sementara asah dilakukan melalui stimulasi yang konsisten, dukungan emosional, serta penanaman rasa aman dan rasa memiliki.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamen Isyana: Relasi sehat orang tua-anak kunci pengasuhan berkualitas



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026