
Kemenkes memperluas CKG 2026 dengan skrining tiga penyakit kulit

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan menambahkan skrining kusta, frambusia, dan skabies dalam Program Cek Kesehatan Gratis pada 2026 karena ketiga penyakit tersebut masih menjadi masalah kesehatan dengan beban yang tinggi, termasuk adanya risiko kecacatan.
Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes dr. Elvieda Sariwati mengatakan di Jakarta, Jumat, mengatakan CKG 2026 diperluas dengan skrining tiga penyakit kulit, serta skrining riwayat imunisasi.
Dia juga mengatakan bahwa Indonesia berada di peringkat ketiga negara dengan kasus kusta tertinggi di dunia serta menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang masih melaporkan kasus frambusia.
"Skabies juga merupakan penyakit kulit nomor satu di Indonesia. Sementara itu, skabies merupakan salah satu penyakit kulit dengan prevalensi tertinggi di masyarakat. Tingginya beban penyakit dan dampak kecacatan maupun penularannya menjadi dasar penting dilakukannya skrining secara lebih luas," katanya.
Elvieda menjelaskan, setiap tahunnya ditemukan 14 ribu-17 ribu kasus kusta di Indonesia dengan distribusi terbesar di wilayah Pantura dan timur Indonesia.
Saat ini terdapat lima kabupaten dan kota yang menjadi fokus percepatan eliminasi kusta, yaitu Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Brebes, Kabupaten Sampang, dan Kota Jayapura.
Sementara itu, dalam lima tahun terakhir, sebanyak 60–160 kasus frambusia ditemukan setiap tahunnya, terkonsentrasi di regional Papua. Sebanyak 375 kabupaten dan kota telah mencapai status bebas frambusia, namun masih terdapat daerah yang memerlukan penguatan surveilans dan penemuan kasus aktif.
"Untuk skabies, kasus masih banyak ditemukan di masyarakat, terutama pada lingkungan dengan kepadatan tinggi, hygiene perorangan dan sanitasi buruk," dia menambahkan.
Dia menyebutkan bahwa skrining kusta dan skabies dilaksanakan pada seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga dewasa-lansia, sementara itu, skrining frambusia dilaksanakan secara selektif pada masyarakat yang tinggal di daerah endemis frambusia.
"Tenaga kesehatan telah mendapatkan sosialisasi pengenalan tanda dan gejala awal kusta, frambusia, dan skabies serta alur pelaksanaan CKG. Skrining awal ketiga penyakit tersebut relatif sederhana dan tidak memerlukan pemeriksaan laboratorium yang kompleks, sehingga memungkinkan untuk dilakukan secara massal," ujarnya.
Selain ketiga skrining tersebut, Kementerian Kesehatan juga menambahkan pengecekan riwayat imunisasi untuk bayi baru lahir, balita 24-59 bulan, serta calon pengantin.
Langkah tersebut agar dapat melengkapi imunisasi yang belum diambil. Nantinya, data CKG juga akan diintegrasikan dengan sistem pencatatan imunisasi seperti Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK).
"Selain itu melalui CKG juga dapat kembali mengingatkan kepada masyarakat sasaran bahwa status imunisasi merupakan bagian dari rapor kesehatan yang menjadi bagian dari status kesehatan sepanjang usia," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: CKG 2026 diperluas dengan skrining tiga penyakit kulit
Pewarta : Mecca Yumna Ning Prisie
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
