Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan, akan segera mengumumkan perusahaan pemenang tender proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy/WtE tahap pertama di empat kota yakni Denpasar, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta.
"Pemenang adalah yang (kriterianya) sesuai dengan Perpres itu (Peraturan Presiden RI Nomor 109 Tahun 2025) yang memiliki kemampuan teknikal yang sangat baik, kemampuan finansial dan ekonomi yang sangat baik, dan juga risiko yang bisa termanage dengan baik," kata Direktur Investasi PT Danantara Investment Management Fadli Rahman di Jakarta, Kamis.
Fadli mengatakan, CEO BPI Danantara Roesan Roeslani akan mengumumkan pemenang proyek WtE di empat kota pada Maret 2026.
WtE merupakan program nasional yang dirancang untuk mengolah sampah kota menjadi energi listrik. Proyek ini ditujukan sebagai solusi dari kedaruratan sampah sekaligus upaya mendukung ketahanan energi nasional.
"Sebanyak 24 perusahaan internasional dari China, Prancis, Jepang, telah mengikuti seleksi dan mengikuti tender proyek WtE. Perusahaan internasional itu adalah 20 perusahaan dari China, 3 dari Jepang, dan satu dari Prancis," katanya.
Di setiap lokasi WtE, akan dipilih satu perusahaan. Perusahaan tersebut akan membentuk konsorsium dengan perusahaan domestik dan juga akan menggandeng mitra lokal untuk mengembangkan proyek WtE.
Beberapa kriteria yang menjadi syarat agar perusahaan itu memenangi lelang adalah antara lain latar belakang (background) perusahaan, kemampuan teknis, aspek-aspek dalam proposal seperti peralatan (equipment), operasional, kualitas desain, kualitas pembangunan, penilaian dampak aspek lingkungan, dampak sosial, dampak ekonomi, kemampuan finansial, hingga mitra lokal.
Kriteria yang memiliki bobot paling besar dalam penilaian adalah teknologi WtE, baik dari sisi desain maupun eksekusi teknologinya. Hal itu, kata Fadli karena Indonesia belum memiliki teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Karena itu, kata Fadli, perusahaan pemenang tender diwajibkan melakukan transfer teknologi ke Indonesia, antara lain, yang akan dilakukan dengan program pelatihan tenaga kerja lokal.
"Tenaga kerja yang di-traning itu juga akan dikirim belajar ke negara asal perusahaan itu," kata dia.
Selanjutnya, Danantara juga menilai dari risiko-risiko yang terlahir dari proposal perusahaan peserta lelang proyek WtE, baik itu secara korporasi, teknis, finansial, ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Untuk tahap pertama ini, kata Fadli kebutuhan investasi mencapai 150-170 juta dolar AS di setiap lokasi untuk pembangunan proyek WtE, dengan skema pembiayaan 70 persen dari eksternal yang merupakan investasi asing langsung (FDI) dan 30 persen dari ekuitas Danantara. Dengan begitu, total kebutuhan investasi di empat kota mencapai sedikitnya 600 juta dolar AS.
Secara total, Danantara menargetkan untuk membangun proyek WtE ini di 33 lokasi di Indonesia. Setelah empat lokasi pertama, Danantara akan menggelar lelang untuk proyek WtE di 9 kota pada April 2025 atau setelah Lebaran 2026.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Danantara segera umumkan pemenang tender proyek sampah jadi energi
