Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta mencatat sebanyak 286.558 wisatawan memadati kawasan Malioboro selama libur Lebaran 2026 sejak 18 hingga 24 Maret.
Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta Fitria Dyah Anggraeni, di Yogyakarta, Rabu, mengatakan jumlah kunjungan tersebut dihitung dari lima titik akses masuk Malioboro.
"Keramaian pengunjung (Malioboro) biasanya terjadi pukul lima sore hingga malam hari selama libur Lebaran ini," ujar Anggraeni.
Menurut dia, puncak kunjungan terjadi pada 23 Maret sebanyak 78.127 orang, setelah sebelumnya tercatat 56.975 orang pada 22 Maret dan 70.709 orang pada 24 Maret.
"Kemungkinan keramaian akan mencapai puncaknya pada 30 Maret," ucap Anggraeni.
Penghitungan jumlah wisatawan, kata dia, dilakukan di lima titik akses masuk Malioboro, yakni sisi utara Bank BPD DIY Jalan Pasar Kembang, depan Hotel D'Jogja, Nol Kilometer sisi timur dan barat, serta sirip Jalan Suryatmajan, Kota Yogyakarta.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Muhammad Zandaru mengatakan selama libur Lebaran pihaknya menyediakan layanan Tourist Information Service (TIS) pada 19-28 Maret 2026 di depan Plaza Malioboro dan Teras Malioboro 1.
"TIS memberikan layanan informasi wisata sekaligus tempat istirahat bagi wisatawan, dengan fasilitas seperti charger, minuman, dan peta wisata," kata Zandaru.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Tri Sotya Atmi menyebutkan sebanyak lima titik posko reaksi cepat Jogomaton juga disiagakan selama libur Lebaran, yang tersebar di kawasan Sosrowijayan, Perwakilan, Dagen, Ketandan, dan Beskalan.
"Kami juga mengoptimalkan penggunaan pengeras suara untuk memberikan panduan dan imbauan keamanan secara real-time kepada pengunjung," ujar dia.
Ia menambahkan pihaknya juga mengoptimalkan pusat informasi respon cepat melalui CCTV, radio, dan Jogomaton untuk menindaklanjuti aduan pengunjung, serta menyediakan toilet portable guna mendukung sanitasi kawasan.
