Jakarta (ANTARA) - Psikiater sekaligus dokter spesialis psikiatri subspesialis psikiatri adiksi Dr. dr. Kristiana Siste, SpKJ(K) menyampaikan bahwa individu yang mengalami kecanduan judi termasuk judi online memerlukan terapi medis karena dapat merusak otak.
Kepada ANTARA di Jakarta, Kamis, Kepala Departemen Psikiatri Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu mengatakan aktivitas berjudi memicu peningkatan dopamin, zat kimia di dalam otak yang menimbulkan rasa senang.
“Orang berjudi itu harus diterapi secara medis, karena perilaku judi yang adiktif itu menimbulkan kerusakan pada otak, terutama di area bagian kiri depan, area prefrontal cortex yang berguna untuk mengambil keputusan,” kata dia.
Kristiana mengatakan ketika bagian otak area prefrontal cortex itu rusak, individu cenderung mengalami kesalahan berpikir atau cognitive error, sehingga keputusan yang diambil menjadi keliru.
“Jadi ternyata perilaku judi itu walaupun tidak ada zat yang masuk ke dalam tubuh, tapi dia merusak otak sama seperti narkoba merusak otak,” imbuh dia.
Baca juga: Polda membongkar sindikat judi daring dioperasikan 35 WNA India
Kristiana menjelaskan penanganan kecanduan tidak selalu dimulai dari menghentikan perilaku adiktifnya terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus, masalah psikologis yang menjadi pemicu juga perlu ditangani.
Ia mencontohkan kasus seorang remaja berusia sekitar 17–18 tahun memiliki self-esteem atau citra dirinya rendah, merasa selalu tertinggal atau tidak berharga. Ketika remaja tersebut bermain judi dan berhasil menang, rasa percaya dirinya langsung meningkat.
“Anak yang self-esteem rendah biasanya gampang depresi, gampang cemas. Dengan judi itu dia dapat validasi kalau dia itu punya power dan dia punya skill dan dia punya kelebihan. Jadi dia kan tidak menghentikan judi itu karena di situ membuat dirinya merasa berharga,” tutur dia.
Menurutnya, dalam menangani kecanduan judi memerlukan terapi untuk perilaku adiktif dan masalah emosi yang mendasarinya. Hal ini penting karena keduanya saling berkaitan dan sering muncul secara bersamaan.
Kristiana menjelaskan pada individu yang mengalami gangguan pada masalah judi menjadi kecanduan atau sudah berisiko tinggi untuk kecanduan atau keluarga yang mengalami hal tersebut, bisa dibantu proses pemulihan dengan modalitas terapi.
Baca juga: Kemkomdigi nilai perjudian daring ancaman berbahaya bagi keluarga
“Misalnya tadi kan banyak pemikiran yang salah, jadi dengan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau terapi kognitif perilaku ini dibenerin, dimodifikasi pemikiran yang salahnya. Ada kerusakan otak juga, maka kita juga harus memberikan obat agar tadi dopaminnya itu menjadi stabil, dan otak itu menjadi pulih,” jelas dia.
Selain itu, ada juga terapi transmagnetic stimulation, memberikan elektromagnetik pada otak langsung, di mana bisa memperbaiki bagian otak yang rusak juga.
Berdasarkan sejumlah penelitian yang telah dilakukan, kombinasi terapi kognitif perilaku, transmagnetic stimulation, serta pengobatan farmakologis, menghasilkan tingkat angka recovery atau pemulihan di atas 85 persen dalam waktu sekitar tiga bulan.
Baca juga: PN memvonis hukuman kerja sosial kepada anggota DPRD Kudus terkait kasus judi
Kecanduan atau adiksi, menurut dia, dapat menimbulkan dampak serius pada berbagai aspek kehidupan seseorang, tidak hanya pada anak dan remaja tetapi juga pada orang dewasa.
Lebih lanjut, Kristiana mengingatkan apabila memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan judi online saat ini jangan pernah merasa putus asa.
Saat ini sudah banyak terapi yang sudah dikembangkan untuk membantu proses pemulihan dan tidak perlu merasa terstigma ketika berobat, meski langkah pertama kerap terasa berat, namun justru penting untuk memperbaiki kehidupan di masa depan.
“Jadi kerugian bukan hanya dialami oleh orang yang berjudi tapi enam orang di sekitar Anda akan mengalami kerugian juga. Kalau Anda datang berobat kemudian mengalami penyembuhan, maka enam orang di sekitar Anda juga akan lebih berbahagia,” kata dia.
Baca juga: Polri membongkar kasus pendirian perusahaan fiktif untuk uang judol
Baca juga: BNN tegaskan adiksi judol terkait erat dengan penyalahgunaan narkoba
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Individu yang berjudi membutuhkan terapi medis
