Logo Header Antaranews Jogja

Pemkot Yogyakarta laksanakan Pasar Murah 2026 jaga daya beli masyarakat

Senin, 16 Maret 2026 10:38 WIB
Image Print
Masyarakat Kota Yogyakarta memadati Pasar Murah untuk membeli bahan kebutuhan pokok. (ANTARA/Sutarmi)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta menyelenggarakan Pasar Murah 2026 sebanyak lima ton kebutuhan pokok untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengantisipasi inflasi menjelang Idul Fitri 2026.

Pasar Murah 2026 berupa sembilan kebutuhan pokok sebanyak lima ton berlangsung di Plaza Balai Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Kota Yogyakarta, Senin, mengatakan pasar murah ini untuk mencegah supaya tidak terjadi inflasi, dan masyarakat tidak mengeroyok pasar-pasar.

"Maka di balai kota ini, kami adakan pasar murah. Selisih harga Rp2.000 sampai Rp3.000 per kilogram setiap komoditasnya atau lebih rendah daripada yang di pasar. Tujuan pasar murah ini supaya tidak terjadi inflasi dan saya kira kita akan gelar begini untuk masyarakat semua," kata Hasto di sela-sela meninjau Pasar Murah 2026.

Ia mengatakan ketersediaan bahan pokok di Kota Yogyakarta menjelang Idul Fitri 2026 ini aman dan tersedia, hanya saja daya beli masyarakat sedikit menurun karena adanya inflasi yang meningkat.

'Oleh karena itu, kami melakukan operasi dengan cara memberikan layanan operasi pasar," katanya.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan komoditas kebutuhan pokok yang dijual dalam pasar murah ini berupa beras, minyak goreng, tepung, telur, dan komoditas lainnya.

"Kebutuhan pokok itu yang sensitif terhadap inflasi," katanya.

Hasto juga mengimbau kepada masyarakat tidak melakukan aksi borong kebutuhan pokok di pasar-pasar karena ketersediaan kebutuhan pokok aman dan tersedia.

"Imbauan saya ini menjelang lebaran tidak usah panic buying. Jadi tidak usah mengeroyok pasar terus berlomba-lomba memborong, itu tidak usah karena tersedia bahannya. Semua tidak akan kehabisan stok gitu, sehingga kami akan membantu untuk menjaga stok yang ada di pasar ataupun di mana saja agar tidak akan ada kekurangan bahan. Oleh karena itu, imbauan saya sekali lagi jangan memborong terlalu banyak hanya khawatir kalau nanti harga naik," imbaunya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak bersikat boros, serta membeli produk non-impor sehingga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

"Tidak usah boros-boroslah. Produk yang non-impor lebih dicintai kalau menurut saya. Cintailah produk-produk non-impor ya, yang kemudian bisa melarisi tetangga sendiri, membeli bahan-bahan yang produk dalam negeri. Itu imbauan saya," katanya.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. (ANTARA/Sutarmi)

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan kegiatan pasar murah hari ini merupakan sebuah penutupan dari pasar murah yang selama ini diselenggarakan di Kota Yogyakarta. Selama ini, Dinas Perdagangan telah melaksanakan pasar murah di 14 kemantren. Kemudian ditutup dengan pasar murah di Balai Kota Yogyakarta dengan komoditas sebanyak 5 ton, bantuan dari Bank Indonesia, bekerjasama tentunya dengan Bulog dan distributor.

"Bantuan dari Bank Indonesia dalam bentuk distribusi sehingga komoditasnya bisa lebih murah lagi. Paling tidak antara Rp2.000 sampai Rp3.000 per kilogram atau lebih murah dari yang ada di pasar," katanya.

Veronica juga mengatakan Disperindag DIY juga sudah menyelenggarakan pasar murah, tiga titik di Kota Yogyakarta. Kemudian Bank Indonesia juga sudah membantu telur sebanyak 3 ton yang didistribusikan ke pasar-pasar.

"Jadi sebenarnya intervensi Pemerintah Kota, DIY, maupun Bank Indonesia itu sudah cukup luar biasa untuk masyarakat Kota Yogyakarta," katanya.

Saat ini, kata dia, harga bahan pokok masih seperti minggu kemarin. Untuk daging sapi Rp145 per kilogram, masih naik. Kemudian daging ayam itu di kisaran Rp40 ribu sampai Rp42 ribu per kilogram, telur Rp30 ribu per kilogram, dan cabai rawit Rp80 ribu dari sebelumnya Rp90 ribu per kilogram.

"Ketersediaan bahan pokok aman," katanya.

Salah satu warga Kota Yogyakarta Karmilah mengatakan dirinya membeli beras, minyak goreng dan telur. "Untuk persiapan lebaran dan zakat," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026