Pemkab Bantul evaluasi penurunan kunjungan wisata pada libur Lebaran

id Pemkab Bantul ,Evaluasi penurunan kunjungan ,Libur Lebaran 2026

Pemkab Bantul evaluasi penurunan kunjungan wisata pada libur Lebaran

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Saryadi. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan evaluasi terhadap penurunan kunjungan wisata selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026 dibanding dengan tingkat kunjungan wisata selama libur Lebaran 2025.

"Sampai sekarang kunjungan wisata memang turun, dan masa libur Lebaran tahun ini masih sampai besok Minggu (29/3), kita akan melakukan evaluasi nanti pasca tanggal 29 Maret," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi di Bantul, Kamis.

Meski demikian, menurut dia, penurunan kunjungan wisata ke Bantul pada libur Lebaran 2026 bukan karena faktor retribusi wisata sebesar Rp15 ribu per orang, yang sempat dikeluhkan pengelola wisata pantai.

"Faktornya saya kira bukan masalah harga tiket masuk karena di Gunungkidul juga sama harga tiketnya, dan tetap ramai kunjungan, artinya tidak satu-satunya tarif retribusi itu menjadi faktor penurunan pengunjung," katanya.

Baca juga: Satpol PP: Enam wisatawan selamat dari kecelakaan laut di pantai selatan DIY

Namun demikian, kata dia, faktor penurunan kunjungan wisata sangat kompleks, salah satunya karena krisis ekonomi yang secara umum saat ini kondisinya memang kurang baik baik saja.

Selain itu, menurut dia, kondisi daya tarik pantai selatan di Kabupaten Bantul yang relatif tidak banyak perkembangan dibanding dengan daya tarik wisata pantai di Kabupaten Gunung Kidul.

"Ibarat orang berdagang dengan jualan yang sama dengan pesaing sebelah, ketika tetangganya banyak menu baru, destinasi baru, sementara kita masih tetap stagnan wajar kalau kemudian menjadi kalau dengan sebelah," katanya.

Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan tingkat kunjungan wisata ke destinasi daerah ini selama libur Lebaran 2026 mengalami penurunan dibanding momen Lebaran 2025.

Baca juga: Malioboro Yogyakarta dipadati 286.558 wisatawan selama libur Lebaran

"Tingkat kunjungan wisata harian pada momen Lebaran tahun lalu rerata sekitar 18 ribu pengunjung, sedangkan tahun ini rerata sebanyak 11.400 pengunjung," katanya.

Menurut dia, jika dihitung secara total, angka kunjungan wisata dari semua Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) wisata selama tujuh hari libur Lebaran 2026 dari 18 sampai 24 Maret sebanyak 80.333 orang, sementara selama libur Lebaran 2025, sebanyak 144.085 orang.

Ia mengatakan selain karena faktor libur Lebaran tahun 2026 yang lebih pendek dibanding dengan Lebaran 2025, tingkat kunjungan wisata tersebut juga karena faktor kondisi ekonomi di masyarakat.

"Tentunya pemerintah kabupaten juga memperhatikan keluhan pengelola destinasi pantai selatan dan netizen di kanal media sosial terkait besaran retribusi masuk wisata khususnya pantai," katanya.

Baca juga: Pemkab: Kunjungan wisatawan ke Bantul selama libur Lebaran 2026 turun

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.