
Menyusuri jalur selatan, menemukan kembali rasa mudik

Cirebon (ANTARA) - Perjalanan mudik di Pulau Jawa perlahan-lahan berubah, terutama dengan kehadiran jalan tol yang kini menjadi pilihan utama bagi banyak orang yang ingin segera tiba di kampung halaman.
Namun, bagi yang ingin menikmati perjalanan atau bernostalgia, jalur selatan menawarkan pengalaman yang berbeda. Jalur ini lebih panjang, lebih pelan, dan penuh persinggahan.
Dalam "Susur Mudik 2026", tim ANTARA menempuh perjalanan dari Jakarta menyusuri jalur selatan hingga pantai utara Jawa untuk melihat dinamika arus mudik, sekaligus merasakan kembali pengalaman perjalanan yang dulu akrab bagi para pemudik.
Jalur lama yang kini lebih lengang
Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Bandung, lalu berlanjut ke jalur selatan melalui kawasan Nagreg. Ruas ini sejak lama dikenal sebagai salah satu titik krusial dalam arus mudik menuju Jawa Tengah.
Namun, memasuki H-5 Lebaran, kondisi lalu lintas masih lancar. Kendaraan belum menunjukkan kepadatan signifikan seperti yang biasa terjadi pada puncak arus mudik.
Memasuki wilayah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, hingga Banjar, perjalanan terasa lebih longgar. Jalanan relatif mulus dan memberi ruang bagi pengendara untuk berhenti sejenak tanpa mengganggu arus kendaraan.
Salah satu titik yang disinggahi adalah Jembatan Cirahong, penghubung Tasikmalaya dan Ciamis yang memiliki jalur ganda untuk kendaraan dan kereta api. Infrastruktur lama ini masih aktif digunakan dan menjadi bagian dari perjalanan di jalur selatan.
Pewarta : Farika Nur Khotimah
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
