
Menko PM: Pemerintah kerja keras cegah kelas menengah turun kelas

Bogor (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga agar masyarakat kelas menengah di Indonesia tidak turun kelas.
"Kita terus bekerja sekuat tenaga untuk menjaga agar kelas menengah tidak turun kelas, di mana kelas menengah kita juga terus menghadapi berbagai tekanan ekonomi global yang terjadi," kata Muhaimin Iskandar saat membuka Rakernas Ikatan Alumni Universitas Terbuka di Bogor, Jawa Barat, Kamis.
Ia menambahkan bahwa jumlah kelompok rentan miskin juga masih sangat besar dan cenderung meningkat.
"Penduduk rentan miskin hari ini juga naik karena faktor-faktor yang melingkupi, baik krisis ekonomi global maupun berbagai tantangan yang sedang kita hadapi," katanya.
Menurut dia, kerentanan di masyarakat ini terjadi bukan hanya akibat faktor perekonomian semata, tetapi juga karena program-program pemerintah di masa lalu yang kurang tepat sasaran.
"Kerentanan demi kerentanan terjadi bukan saja akibat faktor eksternal, tapi karena pilihan-pilihan agenda beberapa puluh tahun terakhir ini patut dilakukan perubahan. Makanya Presiden Prabowo mengambil istilah transformasi. Transformasi artinya terjadi perubahan terus-menerus tiada henti dengan berbagai pengalaman dan proses yang berlangsung untuk tidak mengulangi kegagalan," kata Muhaimin Iskandar.
Pemerintah pun mengusung tema pemberdayaan yang tujuannya agar Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan mandiri.
"Sejak Pak Prabowo dilantik, Kabinet Merah Putih ini mengusung tema pemberdayaan sebagai bagian dari kesungguhan kita untuk terus tumbuh dan kuat secara mandiri karena pada dasarnya kita adalah bangsa yang kaya. Bangsa yang kaya yang sebetulnya memiliki seluruh syarat untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri," kata Muhaimin Iskandar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko PM: Pemerintah kerja keras cegah kelas menengah turun kelas
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
