Logo Header Antaranews Jogja

Kemdiktisaintek dan BRIN mendorong penguatan peta jalan riset nasional

Sabtu, 18 April 2026 14:53 WIB
Image Print
Pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kanan) dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kiri) di Jakarta, Jumat (17/4/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pembangunan riset nasional yang terarah, terintegrasi, dan berdampak melalui penguatan peta jalan riset nasional.

Hal ini mengemuka dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dengan Kepala BRIN Arif Satria pada Jumat (17/4).

"Ke depan, akan disusun secara bersama melalui pembentukan tim kolaboratif, termasuk dalam penyusunan proposal riset sesuai dengan arahan Presiden," kata Menteri Brian dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Senada dengan Mendiktisaintek, Kepala BRIN menekankan bahwa penyelarasan agenda riset menjadi kunci efektivitas pembangunan nasional berbasis inovasi.

"Komunikasi harus berjalan dengan baik, jangan sampai terjadi perbedaan tahapan riset antar lembaga, di mana satu pihak sudah mendekati tahap akhir sementara pihak lain baru memulai, atau sebaliknya," ujar Arif Satria.

Diketahui, sebagai langkah konkret, Kemdiktisaintek dan BRIN juga tengah menyiapkan peluncuran bersama agenda riset nasional dalam waktu dekat sebagai mekanisme kolaboratif yang tengah dikembangkan dalam penyusunan dan pendanaan riset strategis nasional.

Selain itu, kedua pihak sepakat untuk memperkuat integrasi sistem data dan monitoring riset nasional secara bertahap menuju sistem real time. Melalui sistem ini, aktivitas riset di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat dipantau secara terpadu, sehingga mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran riset.

Audiensi ini juga menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya fokus riset pada isu-isu strategis nasional, seperti pengelolaan sampah, ketahanan energi, serta pengembangan vaksin untuk penyakit prioritas.

Selain itu, pengembangan infrastruktur riset juga menjadi perhatian, termasuk pemanfaatan teknologi komputasi berperforma tinggi (high performance computing) untuk mendukung analisis data dan kolaborasi riset lintas sektor, serta penguatan kerja sama internasional di bidang teknologi strategis.

Penguatan sumber daya manusia peneliti, termasuk pentingnya pengembangan jalur karir peneliti di perguruan tinggi juga turut dibahas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas riset nasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam ekosistem inovasi.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026