Perundingan Iran dengan AS akan diperpanjang sehari

id iran,amerika serikat,perundingan,gencatan senjata,islamabad

Perundingan Iran dengan AS akan diperpanjang sehari

Arsip foto - Komandan Pasukan Quds Esmail Qaani menghadiri upacara pemakaman Jenderal Iran Abbas Nilforoushan, yang tewas dalam serangan Israel di ibu kota Lebanon, Beirut, pada 27 September, di Teheran, Iran pada 15 Oktober 2024. Upacara pemakaman tersebut dihadiri oleh banyak orang di Lapangan Imam Hossein di ibu kota Teheran dan dihadiri oleh Presiden Masoud Pezeshkian serta pejabat sipil dan militer senior. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.

Teheran (ANTARA) - Pembicaraan antara Iran dengan Amerika Serikat akan diperpanjang satu hari lagi, dengan putaran baru akan dimulai pada Minggu di Islamabad, seperti dilaporkan kantor berita Iran Tasnim.

Sebelumnya pemerintah Iran menyatakan bahwa negosiasi antara delegasi Iran dan AS akan terus berlanjut meskipun terdapat perbedaan dari kedua pihak

"Negosiasi akan terus berlanjut meskipun terdapat sejumlah perbedaan," kata pemerintah Iran di Telegram.

Baca juga: Eks dubes Inggris: Israel akan ganggu gencatan senjata AS-Iran

Baca juga: Dubes: Negosiasi mesti berlanjut agar kapal RI lolos dari Selat Hormuz

Iran dan AS memulai pembicaraan di Islamabad pada Sabtu setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Teheran tentang gencatan senjata selama dua minggu pada Rabu malam.

Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dengan didampingi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.

Sementara delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance bersama utusan khusus Presiden Donald Trump Steve Witkoff dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner.

Sumber: Sputnik






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Perundingan Iran dengan AS akan diperpanjang sehari

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.