Logo Header Antaranews Jogja

RI sampaikan belasungkawa atas gugurnya anggota UNIFIL Prancis

Minggu, 19 April 2026 15:49 WIB
Image Print
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang (kedua kiri) dan Vahd Nabyl Achmad (kedua kanan) bersama Direktur Informasi dan Media Hendra Oktavianus (kiri) dan Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Heni Hamidah (kanan) menyampaikan keterangan pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Kementerian Luar Negeri memastikan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) termasuk TNI yang bertugas bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon dalam keadaan aman, di tengah eskalasi konflik antara kelompok Syiah dan Hizbullah dan Zionis Israel yang meluas. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Jakarta (ANTARA) - Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada Prancis atas gugurnya anggota pasukan penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL) dalam insiden yang terjadi pada 18 April 2026.

Dalam pernyataan resmi di platform X pada Minggu (19/4), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut serangan di tengah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari itu sebagai hal yang tidak dapat diterima.

"Seluruh pihak harus menahan diri, menghormati kedaulatan negara, dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional," sebut pernyataan itu.

Kemlu menegaskan negosiasi yang tengah berlangsung dan gencatan senjata harus dihormati sepenuhnya serta tidak dilanggar dengan tindakan kekerasan.

Langkah tersebut dinilai berisiko memperburuk eskalasi dan membahayakan keselamatan personel di lapangan.

"Indonesia terus menyampaikan kekhawatirannya terhadap serangan berulang terhadap UNIFIL. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran; aksi tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang," kata Kemlu.

Baca juga: Seskab Teddy: Pasukan TNI tidak ditarik dari UNIFIL

Baca juga: Mensesneg: Belum ada keputusan penarikan pasukan TNI dari UNIFIL

Indonesia juga menyampaikan solidaritas kepada Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya.

Indonesia kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat perlindungan bagi personel penjaga perdamaian PBB, sebagaimana tercermin dalam Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PBB pada 9 April 2026.

Pada Sabtu (18/4), Anadolu melaporkan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan seorang tentara Prancis gugur dan tiga lainnya terluka dalam serangan di Lebanon selatan yang menargetkan UNIFIL.

Macron mengatakan Prancis menuntut otoritas Lebanon segera menangkap pihak yang bertanggung jawab dan bekerja sama dengan UNIFIL.

Sementara itu, Indonesia telah kehilangan tiga personel UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026 di Lebanon selatan.

Selain itu, delapan prajurit TNI juga tercatat terluka saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian PBB.

Indonesia juga telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL, menurut Kemlu RI pada 4 April 2026.










Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RI sampaikan belasungkawa atas gugurnya anggota UNIFIL Prancis



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026