Logo Header Antaranews Jogja

Bibit muda potensial bermunculan di Kejurnas Loncat Indah 2026

Rabu, 6 Mei 2026 07:01 WIB
Image Print
Atlet loncat indah sinkro putra Jawa Timur, Al Ghaazy Adriel Purnomo (kanan) dan Devano Cleosa Putra (kiri) melakukan loncatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik Indonesia 2026 di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Kejurnas Akuatik yang diikuti 84 atlet loncat indah dan 119 atlet renang artistik dari sejumlah daerah dan klub tersebut digelar hingga 7 Mei 2026 untuk sebagai wadah pembinaan atlet melalui kompetsisi nasional. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia Ronaldy Herbintoro mengatakan bibit-bibit muda potensial mulai bermunculan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 cabang loncat indah yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa hingga Kamis (7/5).

Menurutnya, regenerasi atlet mulai terlihat dengan meningkatnya daya saing atlet lapis kedua terhadap para senior. Perkembangan tersebut menjadi indikator positif bahwa pembinaan loncat indah nasional berjalan ke arah yang tepat.

“Kalau melihat Kejurnas kali ini, banyak kejutan, terutama dari atlet lapis kedua. Mereka sudah mulai menunjukkan teknik dan power yang lebih baik, bahkan membuat pelatih dan senior cukup terkejut,” kata Ronaldy kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, dalam beberapa nomor perlombaan, atlet-atlet muda mulai mengancam dominasi senior yang sebelumnya relatif tidak tersentuh.

“Dulu senior masih cukup aman, belum ada yang mendekati. Sekarang sudah mulai ketat. Ini yang membuat kami optimistis pembinaan berada di jalur yang benar,” ujarnya.

Baca juga: Nasrullah penuhi harapan Jatim loncat indah PON

Baca juga: Hasil lengkap final loncat indah

Selain peningkatan kualitas, Ronaldy menyebut jumlah peserta pada Kejurnas kali ini juga mengalami peningkatan dibandingkan edisi sebelumnya.

Sebanyak 84 atlet, terdiri atas 49 putra dan 35 putri dari 12 tim, ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.

Menurut dia, sistem keikutsertaan yang memungkinkan satu daerah mengirim lebih dari satu tim berdampak pada bertambahnya jumlah atlet sekaligus meningkatkan persaingan di setiap nomor.

Ronaldy juga mengatakan peta persaingan makin ketat dengan munculnya kekuatan baru dari daerah di luar dominasi DKI Jakarta dan Jawa Timur.

“Beberapa daerah sudah mulai berkembang. Ini penting karena pembinaan tidak lagi terpusat di satu-dua wilayah saja,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan Kejurnas tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga sarana evaluasi pembinaan nasional, termasuk untuk memetakan atlet potensial yang dapat diproyeksikan ke level internasional.

“Dari hasil ini nanti kami buat peringkat dan masuk ke dalam long list atlet. Harapannya mereka bisa dipersiapkan untuk kejuaraan internasional,” ujar Ronaldy.

Ia berharap tren positif regenerasi tersebut dapat terus dijaga melalui pembinaan yang berkelanjutan guna meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat Asia maupun dunia.








Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bibit muda potensial bermunculan di Kejurnas Loncat Indah 2026



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026