
Pemkab Gunungkidul antisipasi gagal panen jelang musim kemarau panjang

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul kini tengah mempersiapkan beberapa cara yang dapat dilakukan para petani untuk mengantisipasi gagal panen menjelang musim kemarau yang berpotensi terjadi dalam waktu panjang.
"Para petani bisa melakukan penanaman lebih awal agar pengairan bisa lebih mencukupi," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Rismiyadi, di Yogyakarta, Sabtu.
Selain itu, lanjut dia, para petani juga bisa memaksimalkan penggunaan alat seperti mesin pertanian untuk mengolah tanah supaya masa panen lebih efektif dan cepat.
"Bisa juga memanfaatkan benih umur pendek supaya bisa panen sebelum kemarau benar-benar datang," katanya.
Menurutnya varietas padi unggul yang direkomendasikan di antaranya Pajajaran, M70d, dan Trisakti yang dinilai tidak banyak membutuhkan pasokan air serta hasil panennya relatif lebih cepat.
"Manajemen persemaian dilakukan secara efektif, yaitu satu minggu sebelum panen dengan umur tanam 14 hari," kata Rismiyadi.
Ia menilai kondisi tanaman padi Gunungkidul di wilayah utara saat ini relatif bagus, bahkan akan segera dipanen mulai minggu ketiga bulan ini sampai Juni mendatang.
"Secara umum kondisi pengairan juga masih normal dan berfungsi dengan baik," katanya.
Bersama dengan Kementerian Pertanian (Kementan), lanjut dia, Pemkab Gunungkidul terus memperkuat antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Niño dengan memastikan produksi pangan nasional terjaga, khususnya di sentra padi tadah hujan.
"Ribuan hektare pertanaman padi di wilayah Semin dan Ngawen dipastikan dalam kondisi aman," katanya.
Menurutnya, luas pertanaman di Kapanewon Semin mencapai 2.924 hektare dan Ngawen mencapai 8.756 hektare dengan perkiraan panen pada akhir Mei hingga awal Juni 2026.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
