
Tiga peran orang tua dalam mendukung pelindungan anak di ruang digital

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Alexander Sabar menyampaikan tiga peran orangtua dalam mendukung pelindungan anak di ruang digital sesuai Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas.
"Pertama, orangtua membangun literasi digital bersama anak. Belajar bersama, jadi tidak perlu khawatir atau takut kalau orangtua dalam tanda petik baru belajar," kata Alex dalam acara peningkatan literasi digital yang diadakan oleh penyelenggara sistem elektronik Meta di Jakarta, Jumat.
Kementerian Komunikasi dan Digital telah menyediakan situs web tunasdigital.id untuk memudahkan orangtua meningkatkan literasi agar bisa melindungi anak di ruang digital.
Para orangtua dapat memanfaatkan situs web itu untuk mempelajari cara memandu anak mengarungi ruang digital secara bertanggung jawab.
Selain meningkatkan literasi digital, menurut Alex, para orangtua perlu membangun komunikasi yang terbuka dan penuh kepercayaan dengan anak.
"Menciptakan komunikasi yang terbuka dan kepercayaan dapat membuat anak merasa aman bercerita ketika menghadapi hal-hal yang membahayakan mereka di ruang digital," katanya.
Dukungan yang tepat dari orangtua juga bisa membuat anak lebih percaya diri dan tidak mudah terhasut oleh pengguna ruang digital yang lain.
Alex menyampaikan bahwa orangtua juga perlu menerapkan pengaturan penggunaan gawai dan akses platform digital dalam keluarga.
Menurut dia, orangtua sebaiknya membuat kesepakatan bersama anak mengenai ketentuan penggunaan gawai dan akses platform digital.
"Tentunya ini harus berlandaskan dialog dan saling percaya. Bagaimana orangtua meyakinkan anak bahwa waktu dia jangan dihabiskan dengan memegang gadget. Ada waktu-waktu tertentu yang dapat dilakukan bersama tanpa memegang gadget," katanya.
Alex menyampaikan bahwa para orangtua berperan penting dalam implementasi PP Tunas untuk mewujudkan ruang digital yang aman bagi anak.
"Saya percaya apabila pemerintah, kemudian industri atau platform digital, komunitas, sekolah, orangtua, dan seluruh masyarakat berjalan bersama, kita dapat mewujudkan ruang digital Indonesia yang aman, sehat, dan produktif," katanya.
"Karena, bagi kami melindungi anak di ruang digital bukan hanya soal hari ini, melainkan menentukan kualitas Indonesia di masa depan," demikian Alexander Sabar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tiga peran orangtua dalam mendukung pelindungan anak di ruang digital
Pewarta : Livia Kristianti
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
