Logo Header Antaranews Jogja

Kemendag mengawal kelancaran ekspor produk makanan siap saji untuk Haji

Jumat, 22 Mei 2026 20:16 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas menunjukkan makanan siap santap atau Ready to Eat (RTE) untuk jamaah calon haji di Makkah, Rabu (20/5/2026). (ANTARA/HO-MCH 2026)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh menegaskan komitmen untuk terus mengawal kelancaran ekspor produk makanan siap saji (ready-to-eat) ke Arab Saudi pada musim Haji 1447 Hijriah.

Dalam keterangan di Jakarta, Jumat, Atase Perdagangan RI di Riyadh Zulvri Yenni mengatakan Kemendag telah memfasilitasi hambatan ekspor eksportir PT Halalan Thayyiban Indonesia (PT. HATI) dalam memasukkan hampir 360 ribu porsi makanan siap saji untuk kebutuhan di Tanah Suci.

"Langkah ini penting untuk memastikan terjaganya pasokan makanan bagi jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji," ujar Zulvri.

Zulvri menyebut strategi yang ditempuh adalah mempercepat penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B di Indonesia, mendorong diperpendeknya durasi pengujian sampel oleh Saudi Food and Drug Authority (SFDA), hingga mempercepat proses bea cukai di Arab Saudi.

Adapun produk yang diekspor terdiri dari nasi sapi lada hitam, nasi daging balado, nasi gulai ayam, nasi opor ayam, nasi semur ayam, semur daging, rendang daging, dan daging balado yang telah memiliki sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan sertifikasi kesehatan (health certificate) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Produk tersebut telah memasuki tahap pemeriksaan dan inspeksi barang di Bandar Udara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Menurut Zulvri, kebutuhan makanan siap saji bagi jamaah haji Indonesia setiap tahun cukup besar, semakin banyak jamaah haji Indonesia semakin banyak kebutuhan makanan siap saji minimal 1 juta porsi makanan siap saji. Kondisi ini pun menuntut kelancaran distribusi dan kepastian pasokan.

"Fasilitasi Kemendag dalam mengawal kelancaran ekspor makanan siap saji juga merupakan upaya memperkuat penetrasi produk halal dan makanan olahan Indonesia ke pasar Arab Saudi. Komitmen ini terus akan dilanjutkan untuk Haji tahun berikutnya," imbuhnya.

Saat ini terdapat sekitar 180 jenis makanan siap saji asal Indonesia yang dapat dipilih eksportir dan importir untuk kebutuhan jamaah Haji.

Seluruh produk tersebut wajib dilengkapi sertifikasi halal dan sertifikat kesehatan, serta mengedepankan cita rasa khas masakan Indonesia agar jamaah tetap nyaman dan sehat selama berada di Tanah Suci.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendag kawal kelancaran ekspor produk makanan siap saja untuk Haji



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026