Logo Header Antaranews Jogja

Semua elemen diajak komitmen hadirkan ruang aman bagi perempuan-anak

Jumat, 22 Mei 2026 21:05 WIB
Image Print
(Ki-ka) Menteri PPPA Arifah Fauzi, Ibu Negara RI ke-4 Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno pada acara "Ikrar Bersama Bangkit Lawan Kekerasan", di Jakarta. ANTARA/HO-KemenPPPA

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghadirkan ruang aman bagi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.

"Ikrar yang kita ucapkan bersama bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja panjang. Komitmen ini harus mengakar dalam kebijakan, ruang kerja, ruang pendidikan, ruang digital, dan terutama keluarga. Negara hadir memastikan tidak ada lagi perempuan hidup dalam ketakutan dan anak tumbuh dalam trauma," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Ikrar dengan pesan "Kami Tidak Mau Menjadi Korban dan Tidak Mau Menjadi Pelaku Kekerasan" dikumandangkan pada momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta.

"Kebangkitan bangsa hanya akan utuh bila perempuan merasa aman dan anak-anak tumbuh dalam pelukan rasa percaya. Keluarga yang tangguh adalah fondasi bangsa yang unggul. Semangat ikrar ini harus terus kita rawat dan menjadi cara hidup kita bersama," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

KemenPPPA bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan terus memperkuat sinergi lintas kementerian/lembaga untuk menghadirkan ruang aman bagi perempuan dan anak.

Upaya ini penting mengingat data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 mencatat 1 dari 4 perempuan usia 15 hingga 64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan atau seksual.

Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 menunjukkan 1 dari 2 anak usia 13 hingga 17 tahun pernah mengalami kekerasan dalam bentuk apapun.

Arifah Fauzi menambahkan terdapat sejumlah agenda prioritas yang terus dikawal meliputi penguatan layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129, perluasan UPTD PPA hingga tingkat kabupaten/kota, perluasan Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang saat ini bertransformasi menjadi Ruang Bersama Indonesia (RBI), serta penguatan mekanisme pelaporan di lingkungan kerja dan satuan pendidikan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Semua elemen diajak komitmen hadirkan ruang aman bagi perempuan-anak



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026