
Cerita indah tentang empat pelatih Liga Inggris

Menekankan kohesi tim
Revolusi dalam pendekatan bermain pun dilakukan, termasuk strategi menaikkan probabilitas gol dari set-piece.
Tiga tahun kemudian hasil pun didapat. Mereka juara Liga Premier, bahkan di ambang menjuarai Liga Champions.
Visi, personalitas, kepemimpinan, dan pendekatan Arteta adalah bagian inti dari sukses Arsenal yang bisa berlangsung untuk waktu yang lama.
Kualitas yang kurang lebih setara terlihat pada diri Unai Emery yang direkrut Aston Villa ketika klub ini terperosok di lantai bawah klasemen Liga Premier, menjelang akhir 2022.
Si Kaisar Liga Europa, demikian media Inggris menjulukinya, telah mengembalikan marwah Aston Villa yang pernah menjuarai Piala Eropa (Liga Champions) pada 1982 dan tujuh kali juara liga ketika masih bernama Divisi Pertama.
Mereka tak pernah menjuarai apa pun selama milenium baru, sampai pada 21 Mei 2026 mengangkat trofi juara Liga Europa di Istanbul.
Berkat Emery, klub yang sepuluh tahun lalu terdegradasi ke Liga Championship, berubah ke era emas dengan menjuarai Liga Europa dan tiga musim berturut-turut masuk Liga Champions.
Emery juga membuat catatan bersejarah dengan 15 kali menang berturut-turut di kandang, yang pertama dalam 151 tahun usia Aston Villa.
Dia memang tak terlalu berhasil dalam merekrut pemain. Musim ini pemain baru yang bersinar mungkin hanya Victor Lindelof yang dia karyakan sebagai gelandang, tak lagi sebagai bek tengah.
Tetapi secara umum, berkat Emery, Villa memiliki lagi identitas.
Emery membawa dampak positif yang dirasakan dari atas hingga bawah dengan menanamkan obsesi kepada detail dan pengembangan.
Dia workaholic yang juga pemikir yang kuat, dan sangat menekankan kerja sama tim. Baginya tak ada pemain bintang, sehingga tak harus memberikan perlakuan khusus kepada pemain tertentu.
Pendekatannya berhasil, setidaknya dari trofi kelima Liga Europa yang kali ini dia persembahkan kepada Villa.
Michael Carrick di Manchester United pun begitu.
Sama dengan Arteta dan Emery, Carrick menekankan kohesi dan kekompakan, walau pendekatannya berbeda dari dua sejawatnya di Liga Premier itu.
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
