Logo Header Antaranews Jogja

Menhan Jepang: Jadwal pengiriman Tomahawk AS tetap sesuai rencana

Selasa, 26 Mei 2026 17:31 WIB
Image Print

Tokyo (ANTARA) - Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi, Selasa, membantah laporan media yang menyebut pengiriman rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat (AS) ke Jepang diperkirakan mengalami penundaan besar, dengan menegaskan bahwa jadwal akuisisi saat ini belum berubah.

“Rencana kami untuk memperoleh rudal tersebut antara tahun fiskal 2025 hingga 2027 tetap tidak berubah pada saat ini,” kata Koizumi kepada para wartawan, merujuk pada laporan terbaru Financial Times yang menyebut AS memprioritaskan pengisian kembali stok senjata yang menipis akibat perang melawan Iran.

Surat kabar itu melaporkan bahwa Washington telah memperingatkan penundaan tersebut dapat menggeser jadwal pengiriman hingga dua tahun dari rencana semula. Gangguan itu dinilai akan menjadi pukulan besar bagi Jepang, yang untuk pertama kalinya memesan rudal Tomahawk pada 2024 guna memperkuat daya tangkal terhadap China.

Koizumi menambahkan bahwa penundaan pengiriman peralatan pertahanan dari luar negeri pada umumnya dapat terjadi.

“Kami akan terus bekerja sama erat dengan Amerika Serikat untuk memastikan proses akuisisi berjalan dengan tepat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Jepang akan berupaya meminimalkan dampak operasional sambil memperkuat basis produksi pertahanan domestiknya.

Jepang telah menandatangani kontrak dengan AS untuk memperoleh hingga 400 rudal jelajah Tomahawk antara tahun fiskal 2025 dan 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan serangan balasan negara tersebut.

Sumber: Kyodo-OANA



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jepang bantah pengiriman rudal Tomahawk AS alami penundaaan



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026