Logo Header Antaranews Jogja

Pakar UGM sebut protein hewani berperan penting dalam pembangunan manusia

Selasa, 2 Juni 2026 20:02 WIB
Image Print
Peternakan sapi di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi salah satu sumber protein hewani. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Pakar Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan protein hewani memiliki peran penting yang belum tergantikan dalam pembangunan manusia, karena dengan asupan protein hewani berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Dalam konteks Indonesia, peningkatan konsumsi protein hewani bukan sekadar persoalan preferensi konsumsi, melainkan bagian dari strategi pembangunan nasional," kata Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Budi Guntoro di Yogyakarta, Selasa.

Guru Besar Bidang Sosial Ekonomi Peternakan UGM tersebut mengatakan, asupan protein hewani berkontribusi besar terhadap pertumbuhan anak, pencegahan stunting, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara keseluruhan.

"Sehingga membatasi akses terhadap sumber protein ini justru berisiko memperlambat upaya peningkatan kualitas generasi mendatang," katanya.

Dia mengatakan, secara nasional, konsumsi protein masyarakat Indonesia berada pada kisaran 61 sampai 62 gram per kapita per hari dalam beberapa tahun terakhir, angka ini sedikit melampaui standar kecukupan protein nasional sekitar 57 gram per hari.

Akan tetapi, kata dia, struktur konsumsi menunjukkan ketimpangan yang signifikan. Sekitar 62 persen protein berasal dari sumber nabati, sementara hanya 38 persen dari protein hewani.

"Konsumsi daging hanya sekitar empat sampai lima gram per hari, dan total protein hewani berkisar 17 sampai 18 gram per kapita per hari. Ini menunjukkan persoalan Indonesia bukan kelebihan konsumsi protein hewani, melainkan justru kekurangannya, terutama dari sisi kualitas gizi," katanya.

Budi mengatakan, dalam konteks global kondisi ini memperlihatkan ketimpangan yang mencolok. Negara-negara maju memiliki tingkat konsumsi protein hewani jauh lebih tinggi dan dalam banyak kasus sudah berada pada level berlebih.

Namun demikian, narasi pengurangan konsumsi daging justru dipromosikan secara global tanpa diferensiasi.

"Akibatnya, negara berkembang seperti Indonesia yang masih berupaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat justru ikut terdorong dalam arah kebijakan yang sama," katanya.

Menurut dia, jalan keluarnya adalah dengan memperbaiki sistem produksi, misalnya peternakan dapat dikembangkan menjadi lebih efisien, berbasis sumber daya lokal, rendah emisi, serta terintegrasi dengan sistem pertanian yang berkelanjutan.

"Dengan pendekatan ini, peningkatan konsumsi protein hewani dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pakar UGM: Protein hewani berperan penting dalam pembangunan manusia



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026