Logo Header Antaranews Jogja

FEB UIN Jakarta gandeng UGM mencetak SDM berkualitas

Senin, 25 Mei 2026 00:34 WIB
Image Print
Pakar manajemen terkemuka sekaligus Board of Directors MBA FEB Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Amin Wibowo, Ph.D. dalam kegiatan Konsinyering Penguatan Akademik dan Kelembagaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta. ANTARA/HO-UIN Jakarta

Jakarta (ANTARA) - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggandeng Universitas Gadjah Mada dalam upaya memperkuat mutu pendidikan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.

Kolaborasi tersebut mengemuka dalam kegiatan Konsinyering Penguatan Akademik dan Kelembagaan FEB UIN Jakarta yang digelar belum lama ini, dengan melibatkan jajaran pimpinan struktural fakultas, serta pakar manajemen terkemuka sekaligus Board of Directors MBA FEB Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Amin Wibowo PhD.

"Sinergi dan disiplin operasional sangat krusial untuk membawa program pendidikan naik kelas, yang pembuktiannya diwujudkan melalui kehadiran penuh seluruh pemangku kepentingan akademik," kata Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Ibnu Qizam dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut, Prof Amin membagikan pemikiran strategisnya dalam mengelola sekolah bisnis dengan menjadikan pengalaman panjang penyelenggaraan program Magister Manajemen (MM) FEB UGM sebagai tolok ukur utama.

Rekam jejak UGM dalam membina SDM unggul terbukti sejak program MM didirikan pada 1988, hingga kini berhasil menduduki peringkat pertama di Indonesia dan ke-30 di Asia versi QS Global MBA Rankings 2026.

Untuk mencapai level prestisius tersebut, ia menjabarkan tujuh pilar utama reputasi sekolah bisnis, di antaranya otonomi operasional, kejelasan positioning, komitmen akreditasi internasional, selektivitas input mahasiswa, hingga kekuatan ekosistem alumni.

Terkait pemenuhan standar global dalam pendidikan tinggi tersebut, ia mengingatkan agar sertifikasi akreditasi tidak dipandang sebatas pada pemenuhan syarat administratif untuk menarik minat calon pendaftar semata.

"Akreditasi global seperti AACSB bukan sekadar piagam hiasan di tembok atau alat marketing. Ia merupakan sebuah disiplin operasional, yang memaksa institusi untuk terus mengukur, mengevaluasi dan memperbaiki kualitas mutunya secara berkelanjutan," kata Prof Amin Wibowo.

Melalui pembelajaran tata kelola berafiliasi global ini, institusi pendidikan tinggi diharapkan mampu merumuskan diferensiasi inti dan memperkuat ekosistem kurikulum yang tangguh guna menghadapi tantangan disrupsi digital di masa depan.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026