Logo Header Antaranews Jogja

PGN targetkan sembilan titik instalasi gas bumi di DIY pada tahun ini

Kamis, 4 Juni 2026 19:37 WIB
Image Print
Direktur Infrastruktur & Teknologi PGN Hery Murahmanta saat memberikan sambutan dalam acara yang digelar di RSUP Dr. Sardjito, Rabu (3/6). (ANTARA/Agung Dwi Prakoso)

Yogyakarta (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menargetkan pemasangan instalasi gas bumi di sembilan titik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa selesai tahun ini sebagai upaya perluasan jaringan gas bumi dan menciptakan kedaulatan energi nasional.

Direktur Infrastruktur & Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan pihaknya kini tengah mengembangkan kebutuhan gas bumi untuk industri komersialisasi yang diharapkan bisa mendukung kemudahan pengembangan sambungan di pemukiman atau rumah tangga.

"Ada sembilan (pemasangan instalasi) dalam pengembangan komersial bisnis yang ada di wilayah Jawa Tengah khususnya DIY," kata Hery di Yogyakarta, Kamis.

Sembilan titik tersebut, lanjutnya, di antaranya di Hotel Ambarukmo Plaza, McDonald's Adisucipto, McDonald's Kaliurang, Pizza Hut Adisucipto, Pizza Hut Kaliurang, Kurnia Seafood, Zona Seafood, KoomBahYah Laundry, dan satu hotel lainnya.

"Kalau ini bisa berkembang terus, insya Allah target kita yang ada di Sleman dan juga di Jogja itu akan bisa terakomodir semua, sambungan rumah tangganya itu bisa 12.000, sekarang baru 4.500," katanya.

Ia menargetkan sembilan titik tersebut bisa terpasang pada tahun ini.

Menurutnya, wilayah pemukiman di DIY yang sudah terpasang instalasi gas tersebut ada di Kabupaten Sleman yakni di Kapanewon Depok meliputi Kalurahan Caturtunggal, Karanggayam, Mrican, Pringwulung, Kocoran, Manggung, Gandok, Karangwuni, Condongcatur, Kaliwaru, dan Soropadan.

"Total di Sleman itu sudah ada 4.500 sambungan rumah tangga," kata Hery.

Keuntungan penggunaan gas bumi yang dipasang oleh PGN, lanjut dia, di antaranya upaya penghematan, karena gas bumi yang disalurkan oleh PT PGN diprioritaskan penuh bersumber dari produksi domestik di Indonesia, bukan impor.

Gas tersebut, lanjutnya, berasal dari berbagai blok migas dalam negeri dan disalurkan melalui jaringan pipa maupun moda transportasi alternatif untuk kebutuhan rumah tangga hingga industri.

"Artinya domestik, kita tidak perlu impor. Artinya kita berhemat dan mengoptimalkan potensi yang ada," katanya.

Menurutnya, secara teknis proses pemasangan instalasi gas bumi tidak ada kendala yang berarti, namun proses perizinan kebanyakan membutuhkan waktu yang lama karena harus melalui uji kelayakan dan keamanan dari pemerintah setempat.

"Kemudian yang kedua di kompleks (permukiman) itu kita harus mendapatkan mandat dari penghuni, kalau tidak dapat izin susah kita, karena berbeda dengan gas yang ditenteng," kata Hery.

Pihaknya telah melakukan berbagai macam pendekatan untuk menyampaikan sosialisasi instalasi gas bumi kepada masyarakat agar informasi bisa diterima dan dipahami.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PGN targetkan sembilan titik instalasi gas bumi di DIY pada tahun ini



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026