Logo Header Antaranews Jogja

Menteei PKP: Alokasi BSPS di DIY tahun ini naik 28 kali lipat lebih

Kamis, 4 Juni 2026 21:42 WIB
Image Print
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) saat memberikan arahan kepada pemilik rumah penerima bantuan program BSPS di Srimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta, Kamis (4/6). (ANTARA/Agung Dwi Prakoso)

Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tahun ini meningkatkan alokasi program bedah rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga lebih dari 28 kali lipat jika dibandingkan tahun 2025.

Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengatakan alokasi BSPS di DIY pada tahun ini naik hingga mencapai 2.856 unit rumah.

Bahkan, menurutnya jumlah tersebut masih berpotensi bertambah menjadi 3.000 rumah dengan dasar masih banyaknya rumah yang tidak layak huni di DIY.

"Ini juga berkat perjuangan Titiek Suharto sehingga tahun ini menjadi 2.856 rumah, tapi karena masih ada banyak (rumah tidak layak huni) jadinya 3.000 buat Yogyakarta tahun ini," kata Ara saat mengunjungi salah satu rumah penerima bantuan BSPS di Srimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta, Kamis (4/6).

Dengan demikian, lanjutnya, alokasi BSPS meningkat drastis dari yang semula 105 unit rumah pada tahun 2025 menjadi 2.856 yang kemudian dinaikkan lagi menjadi 3.000 unit rumah di tahun 2026.

"Dari 105 jadi 3.000, jadi naiknya 2.895 unit rumah," tegasnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, BSPS di DIY tersebar di empat kabupaten dan satu kota dengan rincian Kabupaten Kulon Progo 200 unit, Sleman 337 unit, Kota Yogyakarta 1.616 unit, Bantul 422 unit, dan Gunungkidul 281 unit.

Sementara itu, Anggota DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Suharto) yang juga hadir dalam kunjungan di Bantul mengatakan dirinya banyak menerima keluhan dari masyarakat di pedesaan yang mempunyai rumah tidak layak huni.

"Saya juga lihat sendiri di mana gentengnya kalau hujan bocor, dindingnya dari gedek atau batu bata sudah mau ambruk, lantainya dari tanah yang lembap," kata Titiek.

Menurutnya, program BSPS sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar rumahnya bisa diperbaiki dan layak huni.

"Ini sangat membantu, saya senang sekali, karena tidak hanya memperbaiki rumah, tapi pemilihan bahan bangunan juga dilakukan melalui tender rakyat," katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah melalui program tersebut memberikan anggaran Rp20 juta kepada penerima manfaat dan selebihnya bisa dilakukan dengan swadaya masyarakat sebagai salah satu wujud gotong royong.

"Ini juga menciptakan gotong royong di antara sesama warga, Ini penting sekali karena di era sekarang ini gotong royong kayaknya sudah rada luntur ya," kata Titiek.

Tahun lalu, lanjut dia, alokasi program bedah rumah tersebut terealisasi sebanyak 45.000 secara nasional, kemudian pada tahun ini alokasinya meningkat menjadi 400.000 unit rumah.

"Anggarannya dari Rp5 triliun jadi Rp10 triliun dan 82 persen atau sebagian besar anggaran untuk program bedah rumah ini," jelasnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri PKP: Alokasi BSPS di DIY tahun ini naik 28 kali lipat lebih



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026