Logo Header Antaranews Jogja

Hari Lahir Pancasila, PDKB PLN UPT Salatiga laksanakan Climb Up Inspection

Minggu, 7 Juni 2026 18:40 WIB
Image Print
Tim Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026, melaksanakan climb up inspection. ANTARA/HO-PLN

Yogyakarta (ANTARA) - Tim Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026, melaksanakan climb up inspection untuk mengamankan keandalan sistem transmisi kelistrikan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Inspeksi atau pemeriksaan dengan memanjat menara secara langsung ini menyasar 32 titik tower transmisi. Puluhan tower yang diperiksa tersebut berada pada ruas penghantar Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Purworejo - Kebumen di selesaikan selama lima hari mulai tanggal 1 hingga 5 Juni 2026.

Tantangan utama dalam pekerjaan ini adalah medan persawahan yang mengelilingi lokasi menara transmisi. Kondisi geografis yang letaknya cukup jauh dari akses jalan utama menuntut cara khusus dari pihak PLN dalam memobilisasi peralatan kerja maupun petugas menuju titik lokasi secara aman dan efisien.

Meski menghadapi rintangan medan yang sulit, pelaksanaan pekerjaan oleh tim PDKB ini tetap dilakukan dalam kondisi sistem yang masih bertegangan atau tanpa memadamkan aliran listrik.

Hal tersebut bertujuan agar suplai energi listrik ke masyarakat, sektor industri, dan fasilitas umum di koridor selatan Jawa Tengah sama sekali tidak terganggu.

Dari hasil climb up inspection di 30 tower tersebut, tim mendapati sejumlah anomali atau ketidaknormalan fisik pada peralatan transmisi, yakni komponen String Set Isolator yang mengalami korosi, kondisi isolator yang korosif, serta adanya korosi pada bagian Shackel atau u-bolt ADSS (All-Dielectric Self-Supporting).

Korosi pada peralatan transmisi tegangan tinggi tersebut umumnya terjadi akibat paparan cuaca luar dan fluktuasi tingkat kelembapan udara. Jika tidak segera terdeteksi dan ditangani, kondisi material yang korosif ini berpotensi menurunkan performa mekanis serta fungsi isolasi pada jaringan transmisi.

Sebagai tindak lanjut dari temuan lapangan tersebut, Manajemen PLN UPT Salatiga langsung menyusun jadwal mitigasi teknis. Peralatan transmisi yang teridentifikasi mengalami korosi akan segera ditindaklanjuti dengan tahapan penggantian dan perbaikan komponen secara terencana.

Manager PLN UPT Salatiga Ardylla Rommyonegge, menyatakan bahwa pelaksanaan inspeksi kelistrikan berisiko tinggi di medan yang menantang ini merupakan bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai Pancasila oleh para pegawai PLN di lapangan.

"Pekerjaan climb up inspection ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga keandalan sistem transmisi Jateng dan DIY. Semangat Hari Lahir Pancasila kami wujudkan melalui dedikasi mengamankan pasokan listrik untuk kepentingan masyarakat luas," ujar Ardylla.

Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) Handy Wihartady memberikan pernyataan mengenai pentingnya inspeksi rutin dalam mengelola aset kelistrikan berskala besar.

"Kami terus memastikan sistem transmisi terpantau dengan baik. Deteksi dini anomali di ruas Purworejo - Kebumen ini memungkinkan kami melakukan tindak lanjut perbaikan secara preventif sebelum terjadi gangguan, sehingga keandalan interkoneksi listrik Jawa-Bali tetap terjaga," tegas Handy Wihartady.

Melalui langkah-langkah preventif dan kolaborasi tim yang solid di lapangan, PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkualitas.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung penuh seluruh aktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, selaras dengan semangat persatuan dan kesatuan yang diusung dalam momentum Hari Lahir Pancasila.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026