Dinkes DIY: pasar sehat perlu dikembangkan
Rabu, 26 September 2012 15:04 WIB
Pasar Godean Sleman (Foto hadiyanta.files.wordpress.com) (hadiyanta.files.wordpress.com)
Yogyakarta (ANTARA Jogja) - Pasar sehat perlu dikembangkan di seluruh pasar tradisional untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di lingkungan pasar, kata Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta Sarminto.
"Pasar sehat dapat menciptakan lingkungan pasar yang nyaman, aman, dan sehat serta melestarikan nilai-nilai budaya yang berlaku pada masyarakat lokal," katanya pada bincang-bincang pasar sehat di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia pasar sehat diharapkan tidak hanya menjadi inisiatif Unilever Indonesia, tetapi juga menjadi bentuk upaya kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pasar sebagai salah satu bagian dalam kehidupan masyarakat.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Piyungan, Bantul, DIY, Sukarno mengatakan dampak positif telah dirasakan oleh para pedagang dari program kemitraan Pasar Sehat bersama Unilever Indonesia.
"Manfaat yang didapat merupakan peningkatan perilaku, lingkungan, dan manajemen pengelolaan pasar yang akhirnya memberi peningkatan dalam penghasilan para pedagang," katanya.
General Manager Unilever Indonesia Foundation Sinta Kaniawati mengatakan program Pasar Sehat merupakan upaya untuk menciptakan pasar tradisional yang bersih dan sehat.
"Hal itu untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di lingkungan pasar, baik bagi para penjual maupun pembeli melalui kemitraan dengan pemerintah, pengelola pasar, dan asosiasi pedagang pasar," katanya.
Menurut dia fokus dari kegiatan Pasar Sehat adalah pemberdayaan seluruh pelaku pasar tradisional dengan memberikan pelatihan dan keahlian tambahan seperti pengetahuan produk, manajemen dasar keuangan, dan menjadikan pedagang pasar kader kesehatan.
"Melalui kader kesehatan pasar itu diharapkan perilaku hidup bersih dan sehat dapat menimbulkan efek domino di antara para pelaku pasar tradisional," katanya.
Ia mengatakan ada enam pasar di DIY yang dibina oleh Unilever Indonesia untuk menjadi pasar yang bersih dan sehat, yakni Pasar Imogiri, Piyungan, dan Niten di Bantul, Pasar Condongcatur dan Sambilegi di Sleman, dan Pasar Prawirotaman di Kota Yogyakarta.
Selain di DIY, Unikever Indonesia juga telah membina empat pasar tradisional di Jawa Timur, yakni Pasar Dukun Gresik, Pasar Wage Nganjuk, Pasar Maron Probolinggo, dan Pasar Wadungsari Sidoarjo.
"Program Pasar Sehat merupakan suatu bentuk aktivitas berkelanjutan yang dilakukan Unilever Indonesia melalui pilar peningkatan kesehatan dan kesejahteraan," katanya.
(B015)
"Pasar sehat dapat menciptakan lingkungan pasar yang nyaman, aman, dan sehat serta melestarikan nilai-nilai budaya yang berlaku pada masyarakat lokal," katanya pada bincang-bincang pasar sehat di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia pasar sehat diharapkan tidak hanya menjadi inisiatif Unilever Indonesia, tetapi juga menjadi bentuk upaya kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pasar sebagai salah satu bagian dalam kehidupan masyarakat.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Piyungan, Bantul, DIY, Sukarno mengatakan dampak positif telah dirasakan oleh para pedagang dari program kemitraan Pasar Sehat bersama Unilever Indonesia.
"Manfaat yang didapat merupakan peningkatan perilaku, lingkungan, dan manajemen pengelolaan pasar yang akhirnya memberi peningkatan dalam penghasilan para pedagang," katanya.
General Manager Unilever Indonesia Foundation Sinta Kaniawati mengatakan program Pasar Sehat merupakan upaya untuk menciptakan pasar tradisional yang bersih dan sehat.
"Hal itu untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di lingkungan pasar, baik bagi para penjual maupun pembeli melalui kemitraan dengan pemerintah, pengelola pasar, dan asosiasi pedagang pasar," katanya.
Menurut dia fokus dari kegiatan Pasar Sehat adalah pemberdayaan seluruh pelaku pasar tradisional dengan memberikan pelatihan dan keahlian tambahan seperti pengetahuan produk, manajemen dasar keuangan, dan menjadikan pedagang pasar kader kesehatan.
"Melalui kader kesehatan pasar itu diharapkan perilaku hidup bersih dan sehat dapat menimbulkan efek domino di antara para pelaku pasar tradisional," katanya.
Ia mengatakan ada enam pasar di DIY yang dibina oleh Unilever Indonesia untuk menjadi pasar yang bersih dan sehat, yakni Pasar Imogiri, Piyungan, dan Niten di Bantul, Pasar Condongcatur dan Sambilegi di Sleman, dan Pasar Prawirotaman di Kota Yogyakarta.
Selain di DIY, Unikever Indonesia juga telah membina empat pasar tradisional di Jawa Timur, yakni Pasar Dukun Gresik, Pasar Wage Nganjuk, Pasar Maron Probolinggo, dan Pasar Wadungsari Sidoarjo.
"Program Pasar Sehat merupakan suatu bentuk aktivitas berkelanjutan yang dilakukan Unilever Indonesia melalui pilar peningkatan kesehatan dan kesejahteraan," katanya.
(B015)
Pewarta :
Editor : Mamiek
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masyarakat diimbau tak panik adanya temuan kasus COVID-19 di Yogyakarta
12 June 2025 15:15 WIB, 2025
Dinas Kesehatan Bantul perintahkan puskesmas lakukan pengawasan keamanan takjil
18 March 2025 16:34 WIB, 2025
Terpopuler - Jogja Terkini
Lihat Juga
Pemkab Sleman-Klaten sepakati pembagian pajak PBJT kawasan Candi Prambanan
28 September 2026 16:50 WIB
Pemda DIY peringati 14 tahun UUK untuk kenalkan keistimewaan ke anak muda
12 September 2026 18:45 WIB