Jogja  (ANTARA Jogja) - Jajaran Direksi Perusahaan Daerah Jogjatama Vishesha dihadapkan pada target "soft opening" XT-Square pada akhir 2012 sehingga setelah dilantik harus segera mengurus sejumlah perizinan untuk operasionalisasi pasar tersebut.

"Yang harus dilakukan pertama kali adalah mengurus berbagai perizinan untuk keperluan operasionalisasi pasar seni dan kerajinan XT-Square," kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Jogjatama Vishesha Muhammad Verga Prabowo Agus usai dilantik oleh Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Rabu.

Ia mengatakan, salah satu kebutuhan untuk operasionalisasi XT-Square adalah pengurusan nomor pokok wajib pajak (NPWP) guna membuka rekening di bank sehingga penyertaan modal dari pemerintah daerah bisa diserahkan.

PD Jogjatama Vishesha akan menerima penyertaan modal untuk operasionalisasi XT-Square sebesar Rp4 miliar dari Pemerintah Kota Yogyakarta.

Verga berharap, modal tersebut sudah dapat dikembalikan lagi dalam jangka waktu lima hingga enam tahun.

Selain itu, lanjut dia, jajaran direksi juga memiliki kewajiban untuk melakukan berbagai tugas administrasi umum seperti melakukan balik nama aset yang akan diserahkan, serta mendaftarkan nama perusahaan daerah tersebut.

"Target operasionalisasi memang akhir Desember karena ada momentum yang tepat. Kami berusaha untuk bisa beroperasi pada akhir tahun ini," kata Verga.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Pemasaran PD Jogjatama Vishesha Widihasto Wasana Putra mengatakan, pemasaran kios di pasar seni dan kerajinan XT-Square akan dimulai pada awal November.

"Ada sekitar 300 kios yang akan disewakan, 264 kios di antaranya untuk kerajinan," katanya.

Ia optimistis, XT-Square bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta bagian selatan karena konsep operasionalisasi yang ditawarkan cukup baik.

"Konsepnya adalah menggabungkan kerajinan, kuliner, `expo center`, dan pertunjukan. Kios tidak diberikan begitu saja tetapi harus disewa. Saya yakin, penyewa juga akan bekerja keras agar mereka bisa membayar sewa. Dengan demikian, XT-Square bisa tetap eksis," katanya.

Sementara itu, salah satu anggota Dewan Pengawas PD Jogjatama Vishesha Neni Mediawati mengatakan, konsep XT-Square adalah "night market" karena akan beroperasi mulai pukul 13.00 WIB hingga 01.00 WIB.

"Dengan konsep `night market`, wisatawan sebenarnya tidak perlu khawatir dengan batasan waktu jika harus mencari barang-barang khas Yogyakarta. Ada XT-Square yang buka hingga dini hari," katanya.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti meminta agar jajaran Direksi PD Jogjatama Vishesha bisa bekerja cepat karena pasar seni dan kerajinan tersebut sudah sangat dinantikan oleh masyarakat.

"Banyak masyarakat yang sudah menunggu operasionalisasi XT-Square. Direksi harus bsia bekerja cepat," katanya.

Ia berharap, XT-Square akan menjadi titik ungkitan ekonomi baru di Yogyakarta bagian selatan. XT-Square juga harus menampilkan produk-produk khas Yogyakarta. Tidak ada produk asing yang dijual.

Pemerintah Kota Yogyakarta secara resmi melantik jajaran Direksi PD Jogjatama Vishesha yang terdiri dari tiga orang yaitu M. Verga Prabowo Agus selaku Direktur Utama, Widihasto Wasana Putra sebagai Direktur Operasional dan Pemasaran, serta Vincentius Hargo Pamungkas sebagai Direktur Keuangan dan Umum.

(E013)