Winongo Wisata diperkirakan dicapai lebih cepat
Jumat, 11 Maret 2016 17:10 WIB
Sungai Winongo di Kota Yogyakarta (foto tembi.net)
Yogyakarta, (Antara Jogja) - Forum Komunikasi Winongo Asri optimistis target besar yaitu menjadikan Sungai Winongo sebagai tujuan wisata pada 2030 bisa dicapai lebih cepat sekitar satu dekade.
"Ada banyak bantuan yang mengalir ke Sungai Winongo dan ini di luar perkiraan kami sebelumnya. Oleh karena itu, kami optimistis Sungai Winongo sebagai tujuan wisata pada 2030 bisa diwujudkan lebih cepat," kata Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Oleg Yohan di Yogyakarta, Jumat.
Sejumlah bantuan yang masuk ke Sungai Winongo di antaranya adalah dana dari Kementerian Pekerjaan Umum senilai Rp48 miliar pada tahun lalu yang kemudian bisa diserap sebesar Rp24 miliar.
FKWA tidak mengelola dana itu secara langsung. Namun, masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Winongo ikut andil dalam menentukan pemanfaatan dana sehingga program penataan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, terdapat bantuan dari Pemerintah Kota Yogyakarta sebesar Rp8 miliar untuk membangun sejumlah wilayah di sepanjang Sungai Winongo.
"Pada awalnya, kami hanya memperkirakan akan memperoleh bantuan dana sekitar Rp5 miliar per tahun untuk penataan sungai. Tetapi, karena bantuan yang masuk cukup banyak, maka kami optimistis target Winongo sebagai tujuan wisata 2030 bisa diwujudkan lebih cepat," katanya.
Selain itu, optimisme FKWA juga didukung dengan adanya status badan hukum untuk lembaga tersebut pada tahun ini sehingga bisa mengelola dana secara langsung.
"Dari total target penataan yang akan dilakukan, saat ini sudah terealisasi sekitar 50 persen," katanya.
Penataan Sungai Winongo sudah dimulai sejak lima tahun terakhir dengan menetapkan delapan titik ungkit yang diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur sesuai kondisi di wilayah tersebut.
Namun demikian, tidak semua fasilitas yang sudah dibangun di delapan titik ungkit tersebut mampu dikelola dengan baik, karena ada beberapa yang terkesan tidak terurus.
"Kondisi fasilitas umum di delapan titik ungkit rata-rata baik. Hanya saja, kondisi di Pringgokusuman kurang terurus karena lokasinya sulit diakses," katanya.
Oleg menambahkan FKWA akan melakukan Merti Winongo 2016 sepanjang Maret hingga November, yang diisi dengan kegiatan kerja bakti membersihkan sungai.
Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti meminta FKWA melakukan pendataan terhadap seluruh fasilitas umum yang dibangunkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai titik ungkit di Sungai Winongo.
Haryadi berharap, fasilitas umum yang sudah terbangun tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dan masyarakat ikut menjaga serta mengelolanya agar tidak rusak. ***1***
(E013)
"Ada banyak bantuan yang mengalir ke Sungai Winongo dan ini di luar perkiraan kami sebelumnya. Oleh karena itu, kami optimistis Sungai Winongo sebagai tujuan wisata pada 2030 bisa diwujudkan lebih cepat," kata Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Oleg Yohan di Yogyakarta, Jumat.
Sejumlah bantuan yang masuk ke Sungai Winongo di antaranya adalah dana dari Kementerian Pekerjaan Umum senilai Rp48 miliar pada tahun lalu yang kemudian bisa diserap sebesar Rp24 miliar.
FKWA tidak mengelola dana itu secara langsung. Namun, masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Winongo ikut andil dalam menentukan pemanfaatan dana sehingga program penataan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, terdapat bantuan dari Pemerintah Kota Yogyakarta sebesar Rp8 miliar untuk membangun sejumlah wilayah di sepanjang Sungai Winongo.
"Pada awalnya, kami hanya memperkirakan akan memperoleh bantuan dana sekitar Rp5 miliar per tahun untuk penataan sungai. Tetapi, karena bantuan yang masuk cukup banyak, maka kami optimistis target Winongo sebagai tujuan wisata 2030 bisa diwujudkan lebih cepat," katanya.
Selain itu, optimisme FKWA juga didukung dengan adanya status badan hukum untuk lembaga tersebut pada tahun ini sehingga bisa mengelola dana secara langsung.
"Dari total target penataan yang akan dilakukan, saat ini sudah terealisasi sekitar 50 persen," katanya.
Penataan Sungai Winongo sudah dimulai sejak lima tahun terakhir dengan menetapkan delapan titik ungkit yang diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur sesuai kondisi di wilayah tersebut.
Namun demikian, tidak semua fasilitas yang sudah dibangun di delapan titik ungkit tersebut mampu dikelola dengan baik, karena ada beberapa yang terkesan tidak terurus.
"Kondisi fasilitas umum di delapan titik ungkit rata-rata baik. Hanya saja, kondisi di Pringgokusuman kurang terurus karena lokasinya sulit diakses," katanya.
Oleg menambahkan FKWA akan melakukan Merti Winongo 2016 sepanjang Maret hingga November, yang diisi dengan kegiatan kerja bakti membersihkan sungai.
Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti meminta FKWA melakukan pendataan terhadap seluruh fasilitas umum yang dibangunkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai titik ungkit di Sungai Winongo.
Haryadi berharap, fasilitas umum yang sudah terbangun tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dan masyarakat ikut menjaga serta mengelolanya agar tidak rusak. ***1***
(E013)
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor : Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PK-235 LPDP gelar bersih Sungai Winongo dan workshop daur ulang sampah
04 August 2024 17:47 WIB, 2024
Memanfaatkan Sungai Winongo kecil, Bantul, DIY, untuk pertanian ekonomi pariwisata
30 March 2024 22:25 WIB, 2024
Tebing Sungai Winongo Yogyakarta longsor akibatkan satu rumah rusak
14 December 2020 17:57 WIB, 2020
FKWA Yogyakarta sebut penataan sungai kunci antisipasi bencana di Winongo
12 March 2020 22:59 WIB, 2020
BPBD Yogyakarta distribusikan 300 karung pasir perkuat talut Sungai Winongo
06 January 2020 19:24 WIB, 2020