Sentra batik kayu Bantul serap 450 perajin
Selasa, 6 Desember 2016 12:54 WIB
Kerajinan batik kayu (Foto ANTARA/Sidik)
Bantul (Antara Jogja) - Sentra kerajinan batik kayu Krebet, Desa Sendangsari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta keberadaannya dapat menyerap dan memberdayakan sebanyak sekitar 450 perajin.
"Di sentra Krebet ada sebanyak 57 usaha kecil menengah batik kayu dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 450 orang," kata Ketua Koperasi UKM batik kayu Sidokaton Krebet Yulianto, di Bantul, Selasa.
Menurut dia, ratusan tenaga kerja atau perajin batik kayu tersebut sebagian besar merupakan warga sekitar yang telah menekuni usaha membatik dalam media kerajinan kayu sudah turun temurun di sentra industri kerajinan tersebut.
Aneka kerajinan batik kayu yang diproduksi di sentra Krebet, di antaranya wayang kayu, topeng batik, tempat tisu, gantungan kunci serta berbagai hiasan rumah yang semua dengan bahan dasar kayu.
"Dengan tenaga kerja yang ada sekarang ini kapasitas produksi batik kayu di Krebet per bulan sekitar 50 ribu buah berbagai jenis kerajinan yang dijual dengan harga Rp5.000 sampai puluhan ribu per buah," katanya.
Menurut dia, jika dirata-ratakan per bulan pendapatan kotor sentra batik kayu Krebet mencapai ratusan juta rupiah, sehingga mampu menghidupi dan memberdayakan para perajin.
"Untuk bahan baku kerajinan tidak ada kendala, bisa mengambil dari lingkungan Bantul, juga pengadaan dari wilayah Muntilan dan Jawa Tengah. Kayu yang paling dicari adalah kayu sengon," kata dia pula.
Yulianto yang juga mempunyai rumah produksi batik kayu ini mengatakan, berbagai jenis kerajinan batik kayu itu dipasarkan ke sejumlah kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Maluku.
"Pasar batik kayu lebih banyak ke dalam negeri, dan produk yang diminati kotak tempat tisu dan hiasan interior lainnya," katanya .
KR-HRI
"Di sentra Krebet ada sebanyak 57 usaha kecil menengah batik kayu dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 450 orang," kata Ketua Koperasi UKM batik kayu Sidokaton Krebet Yulianto, di Bantul, Selasa.
Menurut dia, ratusan tenaga kerja atau perajin batik kayu tersebut sebagian besar merupakan warga sekitar yang telah menekuni usaha membatik dalam media kerajinan kayu sudah turun temurun di sentra industri kerajinan tersebut.
Aneka kerajinan batik kayu yang diproduksi di sentra Krebet, di antaranya wayang kayu, topeng batik, tempat tisu, gantungan kunci serta berbagai hiasan rumah yang semua dengan bahan dasar kayu.
"Dengan tenaga kerja yang ada sekarang ini kapasitas produksi batik kayu di Krebet per bulan sekitar 50 ribu buah berbagai jenis kerajinan yang dijual dengan harga Rp5.000 sampai puluhan ribu per buah," katanya.
Menurut dia, jika dirata-ratakan per bulan pendapatan kotor sentra batik kayu Krebet mencapai ratusan juta rupiah, sehingga mampu menghidupi dan memberdayakan para perajin.
"Untuk bahan baku kerajinan tidak ada kendala, bisa mengambil dari lingkungan Bantul, juga pengadaan dari wilayah Muntilan dan Jawa Tengah. Kayu yang paling dicari adalah kayu sengon," kata dia pula.
Yulianto yang juga mempunyai rumah produksi batik kayu ini mengatakan, berbagai jenis kerajinan batik kayu itu dipasarkan ke sejumlah kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Maluku.
"Pasar batik kayu lebih banyak ke dalam negeri, dan produk yang diminati kotak tempat tisu dan hiasan interior lainnya," katanya .
KR-HRI
Pewarta : Heri Sidik
Editor : Nusarina Yuliastuti
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SK Menhut melandasi penggunaan kayu hanyutan demi mempercepat pemulihan pascabencana
26 February 2026 20:06 WIB
Mendagri: Warga terdampak banjir di Aceh silakan manfaatkan gelondongan kayu untuk pemulihan
26 January 2026 16:52 WIB
Kemenhut: 1.260 meter kubik kayu terbawa banjir didata bagi pemanfaatan di Aceh Utara
10 January 2026 18:07 WIB
Kemenhut mendorong pemanfaatan kayu hanyutan pascabencana banjir untuk huntara
09 January 2026 19:36 WIB
Jusuf Kalla: Pemanfaatan kayu laik pakai terbawa banjir harus berdasar aturan
22 December 2025 17:58 WIB