LKY minta masyarakat tidak tergiur diskon
Rabu, 19 Desember 2018 10:14 WIB
Ilustrasi pemberian diskon di mal (antaranews.com)
Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Lembaga Konsumen Yogyakarta meminta masyarakat tidak mudah tergiur membeli berbagai barang dagangan yang ditawarkan dengan harga diskon di pusat perbelanjaan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru.
"Saran kami jangan mudah tergiur dengan adanya diskon besar-besaran," kata Koordinator Layanan dan Pengaduan Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Intan Nur Rahmawati di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, sebelum membeli barang dengan harga diskon konsumen perlu mengecek harga-aslinya apakah sesuai kewajaran atau tidak. Sebab, menurut dia, terkadang sebelum diberi diskon, harga barang yang ditawarkan sudah dinaikkan terlebih dahulu.
Selain itu, menurut dia, konsumen juga perlu memastikan apakah barang yang dijual tersebut merupakan barang cacat atau tidak. "Cek dulu apakah barangnya cacat atau tidak karena kalau cacat biasanya memang harganya sudah turun," kata dia.
Lebih dari itu, Intan juga berpesan agar saat berbelanja makanan atau parsel selama Natal dan Tahun Baru konsumen memperhatikan kualitas dan tanggal kedaluwarsanya sebelum membeli.
Oleh sebab itu, menurut dia, konsumen harus bersikap kritis apakah penerapan diskon itu memang benar-benar terjadi pemotongan harga atau hanya sarana bagi pedagang untuk menarik konsumen dan menaikkan omzet dagangannya. "Apakah betul-betul ada pemotongan harga, itu perlu dipastikan," kata dia.
Ia menilai momentum hari-hari besar atau libur panjang kerap dimanfaatkan oleh oknum pedagang tertentu untuk meraup keuntungan dengan memasang diskon besar-besaran.
Ia mengatakan apabila pemasangan diskon tersebut hanya tipuan untuk menarik konsumen, maka penjual telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen. "Masyarakat bisa mengadukan ke LKY apabila menemui diskon yang tidak wajar," kata dia.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY Diah Tjahjonowati berharap masyarakat lebih selektif, kritis, dan cerdas memilih produk makanan yang sehat di pasaran menjelang Natal dan Tahun Baru, bukan hanya tergiur harganya yang murah.
"Masyarakat bisa melakukan cek 'KLIK' (kemasan, label, izin edar, dan tanggal kadaluwarsa) sebelum memutuskan membeli produk makanan," kata dia.
"Saran kami jangan mudah tergiur dengan adanya diskon besar-besaran," kata Koordinator Layanan dan Pengaduan Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Intan Nur Rahmawati di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, sebelum membeli barang dengan harga diskon konsumen perlu mengecek harga-aslinya apakah sesuai kewajaran atau tidak. Sebab, menurut dia, terkadang sebelum diberi diskon, harga barang yang ditawarkan sudah dinaikkan terlebih dahulu.
Selain itu, menurut dia, konsumen juga perlu memastikan apakah barang yang dijual tersebut merupakan barang cacat atau tidak. "Cek dulu apakah barangnya cacat atau tidak karena kalau cacat biasanya memang harganya sudah turun," kata dia.
Lebih dari itu, Intan juga berpesan agar saat berbelanja makanan atau parsel selama Natal dan Tahun Baru konsumen memperhatikan kualitas dan tanggal kedaluwarsanya sebelum membeli.
Oleh sebab itu, menurut dia, konsumen harus bersikap kritis apakah penerapan diskon itu memang benar-benar terjadi pemotongan harga atau hanya sarana bagi pedagang untuk menarik konsumen dan menaikkan omzet dagangannya. "Apakah betul-betul ada pemotongan harga, itu perlu dipastikan," kata dia.
Ia menilai momentum hari-hari besar atau libur panjang kerap dimanfaatkan oleh oknum pedagang tertentu untuk meraup keuntungan dengan memasang diskon besar-besaran.
Ia mengatakan apabila pemasangan diskon tersebut hanya tipuan untuk menarik konsumen, maka penjual telah melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen. "Masyarakat bisa mengadukan ke LKY apabila menemui diskon yang tidak wajar," kata dia.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY Diah Tjahjonowati berharap masyarakat lebih selektif, kritis, dan cerdas memilih produk makanan yang sehat di pasaran menjelang Natal dan Tahun Baru, bukan hanya tergiur harganya yang murah.
"Masyarakat bisa melakukan cek 'KLIK' (kemasan, label, izin edar, dan tanggal kadaluwarsa) sebelum memutuskan membeli produk makanan," kata dia.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jasa Marga memprediksi puncak arus balik 29 Maret mencapai 250.000 kendaraan
25 March 2026 21:20 WIB
Jasa Marga sebut diskon tarif tol 30 persen merupakan bagian penting manajemen waktu
10 March 2026 17:49 WIB