Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut ekspor produk industri dari provinsi tersebut pada tahun 2021 meningkat 28 persen dibanding ekspor tahun sebelumnya.

"Perkembangan ekspor DIY tahun 2021 meningkat 28,02 persen dibandingkan tahun 2020 dengan nilai 539,96 juta Dolar AS dengan sebanyak 110 negara tujuan," kata Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti saat pembukaan Jogja Fashion Week di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Jumat sore.

Menurut dia, ekspor dari DIY diantaranya meliputi produk pangan, industri terkait fashion, dan beragam kerajinan dari pelaku industri skala kecil hingga menengah.

"Untuk ekspor produk fashion tahun 2021 didominasi oleh produk pakaian jadi tekstil dengan nilai 123,4 juta Dolar AS. Disamping produk pakaian jadi tekstil, juga terdapat ekspor lainnya seperti perhiasan, sepatu kulit, tas, bulu mata dan lain-lain," katanya.

Dia mengatakan, sebelum terbangun bandara internasional Yogyakarta di Kulon Progo, pada tahun 2020, ekspor produk industri DIY terbanyak melewati pelabuhan Tanjung Mas, Jawa Tengah.

"Apabila dilihat dari pelabuhan utama ekspor terbesar melalui Tanjung Mas, namun walaupun masih kecil sejak tahun 2020 sudah melewati Yogyakarta Internasional Airport (YIA), dan tahun 2021 mengalami peningkatan," katanya.

Dia mengatakan, secara keseluruhan jumlah industri kecil menengah (IKM) di DIY sebanyak 15.235 unit, yang terdiri produk pangan 20,6 persen, sandang dan kulit 18,7 persen, kimia dan bahan bangunan 21,1 persen, logam dan elektronik 28 persen, dan kerajinan 11,6 persen.

Syam Arjayanti mengatakan, guna mendorong perkembangan industri kreatif khususnya desain dan produk fashion, Pemda DIY mengadakan kegiatan Jogja Fashion Week dari 26-30 Agustus, selain fashion show, juga terdapat pameran produk fashion.

"Jogja Fashion Week bertujuan meningkatkan pemasaran dan memperluas jaringan pemasaran produk kreatif terkait fashion, dan meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan IKM industri kreatif bidang fashion," katanya.