Jakarta (ANTARA) - Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Kartini Rustandi mengatakan strategi pengasuhan yang diberikan orangtua akan sangat berperan besar terhadap tumbuh kembang dan kemandirian anak dengan down syndrome.

Memiliki anak yang terlahir spesial atau dengan kebutuhan khusus bukanlah hal yang mudah, kata Kartini kepada ANTARA melalui pesan singkat pada Rabu. Di sisi lain, tidak sedikit orang tua yang masih merasa kecewa, malu, bahkan tidak mau mengakui keberadaan anaknya yang berbeda dengan kebanyakan anak normal lainnya.

"Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus diharapkan dapat menerima keadaan anaknya tersebut. Penerimaan dan keikhlasan para orang tua dapat mendukung tumbuh kembang anak dengan baik," kata Kartini.

Lebih lanjut, dia mengatakan, adanya penolakan terhadap anak justru akan menghambat tumbuh kembang mereka. Hal ini dikarenakan anak tidak mendapatkan perhatian dan perlakuan yang baik dan maksimal dari orang tua. Padahal anak-anak down syndrome memerlukan perhatian lebih dari orang tuanya.

Menurut Kartini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyusun strategi berupa peta jalan layanan kesehatan inklusi disabilitas dan program layanan Kesehatan anak penyandang disabilitas.

Meski begitu, imbuh dia, Kemenkes tidak dapat bergerak sendiri. Dibutuhkan peran semua pihak untuk mendukung layanan inklusi disabilitas, termasuk peran seluruh kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah organisasi penyandang disabilitas, organisasi profesi kedokteran, serta keluarga dan institusi pendidikan.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Strategi pengasuhan orang tua berperan besar bagi anak down syndrome

Pewarta : Rizka Khaerunnisa
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2024