Yogyakarta (ANTARA) - KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat sebanyak 331.579" >336.255 penumpang yang turun atau datang.
Berdasarkan masing-masing KA, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat sebanyak 163.114" >173.487 penumpang yang turun. Kemudian pada KA Batara Kresna tercatat sebanyak 77.013" >77.013 penumpang turun. Sementara untuk KA Banyubiru tercatat sebanyak 91.452" >85.755 penumpang yang turun.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan bahwa KA lokal masih memiliki peran yang vital sebagai moda transportasi publik yang tak hanya efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga menjadi simpul penting penggerak aktivitas sosial-ekonomi masyarakat, terutama konektivitas wilayah dan pariwisata.
"KAI berkomitmen menghadirkan KA lokal kian strategis dalam mewujudkan transportasi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di tingkat regional," jelas Feni.
Feni menambahkan, layanan KA lokal di wilayah Daop 6 tidak hanya sebatas sarana penghubung antar kota atau kabupaten, tetap juga sebagai instrumen vital dalam ekosistem transportasi yang mendukung pergerakan masyarakat lintas sektor, baik dalam sektor pendidikan, pekerjaan, maupun pariwisata.
"Peran KA lokal memperkuat konektivitas daerah secara signifikan, terutama dengan meningkatnya minat masyarakat untuk bepergian ke berbagai destinasi wisata dengan moda transportasi publik yang efisien dan aman,” lanjut Feni.
Selain itu, Feni juga menekankan bahwa penggunaan KA lokal memberikan dampak ekologis yang positif dengan menurunkan potensi kemacetan dan emisi karbon yang dihasilkan oleh kendaraan pribadi. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam membangun sistem transportasi berkelanjutan dan rendah emisi.
“Kami berharap tren masyarakat menggunakan KA Lokal ini terus meningkat, dan kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan KA lokal yang aman, tepat waktu, dan ramah lingkungan,” pungkas Feni.
Melalui penguatan layanan KA lokal, KAI Daop 6 terus berupaya untuk memberikan kontribusi nyata terhadap kemudahan mobilitas masyarakat, peningkatan kualitas hidup, serta mendukung pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan.