Yogyakarta (ANTARA) - Selama satu dekade terakhir, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir sebagai andalan sekaligus tumpuan harapan bagi masyarakat Indonesia dalam mengakses layanan kesehatan tanpa perlu mengkhawatirkan tingginya biaya pengobatan.
Muryani, seorang warga Kota Yogyakarta berusia enam puluh tahun, kini tengah berjuang untuk bangkit dari penyakit stroke dan hipertensi dengan mengandalkan sepenuhnya manfaat dari Program JKN.
“Saya ada stroke dan penyumbatan jantung, dua kali terkena serangan stroke. Pertama hanya dinyatakan stroke ringan, kemudian datang serangan yang kedua,” kata Muryani, Selasa (31/03).
Akibat serangan stroke tersebut, Muryani harus dilarikan ke rumah sakit guna menjalani perawatan intensif yang seluruh biayanya dijamin sepenuhnya oleh Program JKN tanpa dipungut biaya sepeser pun.
“Awalnya dari tensi tinggi, sampai 190. Pada saat itu saya sedang jalan biasa saja mau membeli telur, tiba-tiba rasanya lemas seperti mau jatuh. Saya langsung ke rumah sakit, ternyata tensi tinggi dan dinyatakan stroke ringan. Kemudian selesai perawatan, saya pulang lalu kena lagi serangan kedua. Saya perawatan menggunakan JKN di RS Bethesda,” terang Muryani.
Berhasil melewati dua kali serangan stroke tanpa kendala biaya, Muryani mengaku puas atas layanan JKN yang dinilainya setara dan tanpa diskriminasi, sehingga hal tersebut kian memotivasi semangatnya untuk kembali pulih.
“Semua menggunakan jaminan JKN. Menurut saya pelayanannya bagus dan semua prosesnya saya rasa lancar. Kondisi saya pun membaik setelah menjalani perawatan. Belum pernah saya menemukan kendala atau dimintai tambahan biaya, sama sekali tidak ada. Semuanya gratis,” tegasnya.
Selama menjalani pengobatan rutin, Muryani mendapatkan pelayanan optimal dari tenaga kesehatan serta jaminan ketersediaan obat-obatan yang selalu terpenuhi melalui Program JKN.
“Dokternya bagus, susternya ramah kepada pasien. Saya sekarang kontrol rutin; kalau obatnya habis saya kontrol, obatnya pun selalu tersedia. Bermacam-macam ya, ada obat untuk menurunkan tensi, pelancar untuk darah, dan sebagainya,” katanya.
Muryani berharap keberadaan Program JKN terus berlanjut karena menjadi tumpuan utama kesembuhannya, sehingga kini ia dapat menjalani pengobatan dengan tenang dan fokus sepenuhnya pada pemulihan kondisi kesehatan.
“Harapan saya tentu JKN ini terus ada. Kasihan masyarakat seperti saya ini, sudah lanjut usia, tidak bekerja, dan butuh untuk pengobatan. Semoga JKN dan BPJS Kesehatan selalu lancar, bagus, dan memberikan yang terbaik,” tutupnya.