Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengerahkan dokter hewan dari 10 pusat kesehatan hewan (puskeswan) di daerah itu untuk melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban jelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026.

"Untuk pengawasan hewan kurban kami sudah mulai sejak bulan April kemarin bersama teman-teman dokter hewan dari 10 puskeswan di Bantul," kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo usai pengawasan hewan di kandang sapi Bantul, Selasa.

Menurut dia, dokter hewan dari puskeswan masing-masing kecamatan tersebut telah melakukan pengawasan kesehatan hewan di tempat-tempat penampungan, baik ternak ruminansia kecil, kambing, domba, maupun sapi.

"Alhamdulillah, sampai saat ini kita belum menemukan ternak yang tidak layak untuk hewan kurban. Semuanya sehat dan umurnya memenuhi syarat," katanya.

Menurut dia, terhadap hewan kurban yang sudah dilakukan pengawasan dan dinyatakan sehat oleh dokter diberikan surat keterangan agar ditempel di sekitar tempat penampungan ternak, supaya bisa dilihat masyarakat atau pembeli.

"Sejauh ini hewan kurban di Bantul aman dari penyakit ternak. Jadi sohibul yang masih membutuhkan kurban, silahkan ke tempat penampungan ternak karena itu semua sudah diawasi teman-teman dokter hewan di Bantul," katanya.

Lebih lanjut dia juga mengatakan tim puskeswan dalam pemeriksaan hewan kurban juga memberikan obat cacing kepada peternak, agar bisa diberikan pada ternak mereka, supaya hewan terbebas dari penyakit cacing.

Terlebih pengalaman tahun sebelumnya, kata dia, hewan kurban yang disembelih masih ditemukan adanya cacing pada hati hewan, meski tidak berbahaya karena daging masih bisa dikonsumsi, namun tetap perlu diantisipasi cacing hati.

"Obat cacing itu karena ternak sapi yang dipelihara berasal dari luar, kita tidak tahu pola pemeliharaannya, makanya kita berikan obat cacing maupun desinfektan untuk mencegah penyakit, karena setiap kita menyembelih itu masih ditemukan cacing hati, kita antisipasi itu," kata Joko Waluyo.